
Liputandesa.id — BEKASI [ Yayasan Waskita melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Bekasi di Kantor Wali Kota Bekasi, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama dalam penguatan masyarakat sipil (civil society), pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pelestarian lingkungan hidup di Kota Bekasi.
Audiensi dihadiri jajaran pengurus Yayasan Waskita, yakni Ketua Ahmad Gunawan, Sekretaris Ustadz Abdul Wadud, dan Wakil Bendahara Iflah Zuhriyaten. Rombongan terlebih dahulu diterima oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskopukm) Kota Bekasi, Herbert S.W. Panjaitan, S.STP., M.Si., bersama jajaran untuk membahas peluang sinergi program pembinaan UMKM yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi.
Selanjutnya, rombongan Yayasan Waskita diterima langsung oleh Wali Kota Bekasi, Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab selama sekitar 15 menit dan diawali dengan perkenalan pengurus yayasan oleh Ketua Yayasan Waskita, Ahmad Gunawan.

Dalam pemaparannya, Sekretaris Yayasan Waskita, Ustadz Abdul Wadud, menyampaikan tiga poin utama sebagai dasar usulan kolaborasi.
Pertama, memperkenalkan Yayasan Waskita sebagai lembaga yang bergerak di bidang penguatan demokrasi, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan hidup. Upaya edukasi publik yang selama ini dilakukan juga disampaikan melalui media daring dan kanal Podcast Manipol News.
Kedua, Yayasan Waskita menawarkan dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Bekasi, di antaranya program Kobe Berkarya yang berfokus pada pembinaan UMKM dan penyediaan sarana usaha kuliner masyarakat. Selain itu, Waskita juga menyatakan kesiapan mendukung program Kobe Hijau melalui gerakan urban farming dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Yayasan Waskita juga menyampaikan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu penanganan persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketiga, Waskita memperkenalkan gagasan “Karbon Tret”, sebuah konsep yang menitikberatkan pada peningkatan kawasan hijau untuk menyerap emisi karbon. Menurut Yayasan Waskita, sebagai kota penyangga Ibu Kota, Bekasi membutuhkan ruang terbuka hijau yang memadai melalui penghijauan masif dan pengembangan hutan kota sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wali Kota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Yayasan Waskita. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang memiliki visi membangun kota secara partisipatif.
“Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Silakan ajukan usulan program secara tertulis agar dapat segera ditindaklanjuti. Mari bersama menjaga Bekasi agar semakin hijau dan UMKM-nya semakin kuat,” ujar Wali Kota.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan proposal program dan kerja sama konkret, guna mewujudkan Kota Bekasi yang berdaya, demokratis, ramah lingkungan, dan memiliki ekonomi kerakyatan yang kuat.(Red LD).