Kamis, 13 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
27 Mar 2026 08:02 - 2 menit reading

Sakral Dan Penuh Makna, Kerbau Bule Awali Dikirab Tradisi Lomban Jepara

Views: 189

Seekor kerbau bule dikirab dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara, Jumat (27/3) pagi.

Liputandesa.id — Jepara [ Seekor kerbau bule dikirab dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Jepara, Jumat (27/3) pagi. Kirab ini menjadi penanda dimulainya rangkaian tradisi Pesta Lomban di Kabupaten Jepara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat, menjelaskan kegiatan kirab dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Prosesi ini sekaligus untuk memastikan kepada masyarakat bahwa kerbau yang akan dilarung benar-benar berasal dari hasil penyembelihan, bukan dibeli dari pasar seperti isu yang sempat beredar.

“Kirab kerbau ini untuk membuktikan bahwa memang ada kerbau yang dipotong, sekaligus mematahkan narasi bahwa kepala kerbau yang dilarung dibeli dari pasar,” ujarnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kerbau yang digunakan kali ini merupakan kerbau bule, yaitu kerbau dengan warna kulit putih kemerah-merahan. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, kerbau jenis ini dianggap memiliki nilai sakral dan membawa keberkahan.

Secara simbolis, kerbau bule dipercaya sebagai lambang keselamatan, kemakmuran, serta penolak bencana. Oleh karena itu, penyembelihannya dimaknai sebagai ritual tolak bala, memohon perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat Jepara.

Ali menambahkan, daging kerbau akan dibagikan kepada warga serta dimasak untuk dinikmati bersama. Sementara itu, kepala kerbau akan dilarung ke laut pada puncak acara keesokan harinya.

Rangkaian kegiatan Pesta Lomban tidak hanya berhenti pada kirab. Pada sore hari, masyarakat juga melaksanakan ziarah ke makam tokoh setempat, yakni Makam Cik Lanang di Kelurahan Bulu dan Makam Mbah Ronggo di Kelurahan Ujungbatu.

Malam harinya, digelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di TPI Ujungbatu. Tahun ini menghadirkan dalang Ki Danar Yogi Iswara dengan lakon “Wahyu Sandang Pangan”. Pertunjukan berlanjut hingga keesokan hari dengan dalang Ki Muntohar yang membawakan lakon “Dewa Ruci”.

Puncak tradisi Pesta Lomban akan digelar pada Sabtu (28/3), ditandai dengan prosesi larungan kepala kerbau ke tengah laut yang dimulai pukul 06.00 WIB. Ribuan masyarakat diperkirakan akan memadati lokasi untuk menyaksikan tradisi tahunan tersebut.

Setelah prosesi larungan, acara dilanjutkan dengan Festival Kupat Lepet di Pantai Kartini Jepara. Sebanyak 1.447 kupat dan lepet disediakan untuk diperebutkan oleh warga dalam suasana penuh kebersamaan.
“Kami berharap event ini mampu menarik wisatawan untuk datang ke Jepara,” pungkas Ali.(Red LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *