Kamis, 13 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
27 Feb 2026 23:39 - 3 menit reading

Diduga Langgar SOP, Paket MBG Suwawal Timur Hanya Berisi Snack: Nol Protein, Nol Gizi, Nol Standar

Views: 83

Dok : Dugaan menu MBG Pakis Aji Suwawaal Timur yang beredar di medsos yang jauh dari SOP.

Liputandesa.id — Jepara  [ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi instrumen peningkatan gizi peserta didik justru berubah menjadi sebatas pembagian snack di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Video yang beredar memperlihatkan paket MBG tanpa unsur gizi pokok. Tidak ada protein, tidak ada makanan pokok, tidak ada sayur, dan nyaris tanpa nilai gizi. (27/2/2026).

Padahal, SOP MBG secara jelas mewajibkan
Kehadiran karbohidrat, Kehadiran protein hewani atau nnabat, Kehadiran sayur atau buah, Produksi makanan yang higienis dan terstandar
Larangan snack rendah gizi sebagai menu utama.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kebalikannya. Menu yang ditampilkan tidak hanya tidak memenuhi standar MBG, tetapi bahkan tidak layak disebut sebagai “makan bergizi”.

Seorang pemerhati kebijakan pangan sekolah Kabupaten Jepara, yang meminta identitasnya disamarkan, menilai temuan ini sebagai indikasi pelanggaran serius.
“Ini bukan sekadar kekurangan menu. Ini pembelokan substansi program. MBG diwajibkan menyediakan protein, karbohidrat, dan sayur. Kalau yang dibagikan hanya snack, itu bukan MBG — itu pembodohan publik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran unsur gizi wajib menunjukkan adanya kelalaian penyedia dan kegagalan pengawasan pada level kecamatan.

Dalam video, area penyajian tampak tidak meyakinkan dari sisi kebersihan. Tidak terlihat adanya standar dapur MBG, termasuk sanitasi dan peralatan yang sesuai.

Seorang aktivis kesehatan masyarakat Jepara menambahkan  “Higienitas itu bukan aksesori dalam program MBG. Kalau produksinya tidak bersih, anak-anak bisa sakit. Kalau menunya tidak bergizi, anak-anak tidak mendapatkan haknya. Dua-duanya terlihat bermasalah dalam video itu,” tegasnya.

Dengan munculnya dugaan pelanggaran SOP MBG tersebut, publik menunggu langkah konsisten dari pihak terkait. Pemerhati pendidikan dan gizi menilai SPPG Pakis Aji dan Satgas MBG Kabupaten Jepara harus segera mengevaluasi penyedia MBG di Suwawal Timur.

Seorang tokoh masyarakat Pakis Aji yang mengetahui praktik MBG di wilayahnya mengatakan:
“Kalau video itu akurat, maka SPPG wajib turun. Jangan sampai program nasional dipermalukan hanya karena penyedia main-main. Ini soal gizi anak, bukan bisnis snack,” tegasnya.

Kesimpulan Zero Compliance terhadap SOP MBG Meski verifikasi penuh tetap membutuhkan audit dapur, personel, dan alur distribusi, bukti visual sudah cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa,
Tidak ada unsur gizi wajib yang terpenuhi, Tidak ada standar higienis yang terlihat, Tidak ada kesesuaian dengan SOP MBG.

Paket MBG yang ditampilkan adalah zero compliance — nihil kepatuhan. Program yang seharusnya menjadi hak anak atas makanan bergizi justru direduksi menjadi pembagian snack seadanya tanpa nilai gizi. Jika praktik seperti ini dibiarkan, maka yang terjadi bukan sekadar pelanggaran SOP, tetapi pengkhianatan terbuka terhadap tujuan program MBG itu sendiri: memenuhi gizi anak sekolah, bukan mengakali anggaran.

Oleh karena itu, selaku Kepala Satgas SPPG MBG Kabupaten Jepara sekaligus Wakil Bupati Jepara, publik berharap agar dilakukan tindakan tegas tanpa kompromi. SPPG atau penyedia MBG yang terbukti nakal dan melanggar SOP wajib dievaluasi, dicopot, dan diberhentikan dari tugas penyelenggaraan program. Pembiaran hanya akan membuka ruang penyimpangan lebih jauh dan merusak kredibilitas program nasional yang menyasar kesehatan generasi muda.

Penindakan cepat, investigasi menyeluruh, dan pembersihan oknum adalah langkah minimal yang harus diambil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Program MBG tidak boleh menjadi komoditas; ia adalah amanah untuk menjaga masa depan anak-anak Jepara.(Tim – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *