
Liputandesa.id — Jepara | Kisah perjuangan penuh inspirasi datang dari seorang pemuda sederhana asal Kabupaten Jepara bernama Maskuri. Putra pasangan buruh petani S dan almarhumah R tersebut berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang Sarjana Hukum setelah menempuh pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Kamis (22/5/2026).
Maskuri diketahui lahirkan dan dibesarkan dengan hidup sederhana di Dukuh Kalitelon Kemudi, Desa Tengguli RT 05/RW 04, Kabupaten Jepara. Ia merupakan anak dari delapan bersaudara dan kini berdomisili di Desa Plajan RT 12/RW 02, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Dalam kehidupan sehari-hari, ia hidup sederhana bersama sang istri, Firdausiyah, serta dua anaknya, yakni Bagas Fery AP dan Baswara Catra AP.
Anak pertamanya diketahui telah menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Semarang sebagai Sarjana Pendidikan Fisika, sementara anak keduanya masih duduk di bangku kelas 5 di MI Appig Sadamiyyah Guyangan, Bangsri, Jepara.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Maskuri mampu membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan. Sebagai anak dari keluarga buruh petani, perjalanan hidup yang dijalaninya penuh perjuangan dan pengorbanan.
Dalam prosesi wisuda yang digelar oleh Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Maskuri resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H) dari Program Studi Hukum Program Sarjana dengan prestasi akademik membanggakan, yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Perjalanan pendidikan yang ditempuh Maskuri tidaklah mudah. Di tengah keterbatasan biaya dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, ia tetap berusaha menyelesaikan pendidikan dengan sungguh-sungguh. Semangat untuk mengubah nasib keluarga menjadi motivasi terbesar dalam hidupnya.
“Saya dulu tidak pernah memiliki cita-cita besar seperti kebanyakan orang lain, karena kondisi ekonomi orang tua sangat terbatas. Bagi saya, bisa lulus SD saja sudah menjadi rasa syukur yang luar biasa. Namun saya percaya, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti belajar dan menyerah pada keadaan.
Dengan keteguhan hati dan keinginan untuk mengubah masa depan, saya mengikuti program belajar Paket B dan Paket C di Lembaga Appig Sadamyyah Guyangan, Bangsri dan lulus tahun 2011 sambil bekerja sebagai tukang kayu.
Perjalanan waktu dengan pengalaman di politik dan belajar puluhan tahun sebagai aktivis, hingga menjadi wartawan dan belajar dari banyak teman, pada tahun 2022 berkat doa orang tua, dukungan keluarga, serta support dari teman-teman, Alhamdulillah saya bisa mendaftar kuliah di Fakultas Hukum UNTAG Semarang. Dan pada tahun 2026 ini saya dinyatakan lulus dan diwisuda.
Saya juga pernah aktif di dunia politik sebagai pengurus PAC Partai Gerindra Pakis Aji kurang lebih selama tujuh tahun, menjadi aktivis antikorupsi, hingga bagian dari dunia jurnalistik sampai sekarang. Dari perjalanan itu saya banyak belajar bahwa kehidupan mengajarkan kita untuk terus berproses, rendah hati, dan tidak mudah menyerah.
Saya ingin menyampaikan kepada anak-anak muda di luar sana, jangan pernah malu dengan keadaan ekonomi keluarga, jangan minder karena berasal dari desa atau keluarga sederhana. Selama kita punya niat, mau berusaha, disiplin, dan terus belajar, insyaAllah jalan akan selalu ada. Karena mimpi tidak melihat siapa kita berasal, tetapi seberapa besar kita mau berjuang untuk mewujudkannya,” ujar Maskuri.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Sosok Maskuri kini menjadi inspirasi bagi generasi muda di desa agar tidak menyerah pada keadaan dan terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu, Maskuri mengaku memiliki harapan untuk melanjutkan langkahnya di dunia hukum. Ia bercita-cita menjadi seorang pengacara atau advokat profesional agar dapat membantu masyarakat kecil dalam mencari keadilan dan pendampingan hukum.
Momentum wisuda tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan mengubah masa depan. Dari anak buruh petani di pelosok Jepara, kini Maskuri berhasil membuktikan diri menjadi lulusan hukum berprestasi yang siap mengabdi kepada masyarakat. (Red-LD)