Sabtu, 23 Mei 2026
Home
Search
Menu
Share
More
22 Mei 2026 06:33 - 3 menit reading

Warga Cluwak Jadi Korban Pengeroyokan Usai Nonton Dangdut di Kelet, Alami Luka di Kepala

Views: 13

Liputandesa.id — Jepara [ Aksi kekerasan brutal terjadi di kawasan Alun-alun Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Seorang warga asal Cluwak berinisial AS (24) menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari Desa Blingoh. Peristiwa tersebut terjadi usai korban menonton pertunjukan dangdut pada Selasa malam, 19 Mei 2026, sekitar pukul 24.00 WIB.(22/5/2026).

Akibat insiden itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan sejumlah memar di tubuhnya. Keluarga korban memastikan kasus tersebut akan segera dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jepara agar para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban dan saksi di lokasi yang mengetahui kejadian, saat itu sepulang dari nonton dangdut, karena para penonton berangsur pulang. Korban diketahui berjalan sendirian melintasi jalan raya di sekitar alun-alun Kelet sebelum diberikan tiba-tiba dicegat oleh sekitar 8 hingga 10 orang yang datang bergerombol.

Tanpa adanya percakapan maupun peringatan terlebih dahulu, kelompok tersebut diduga langsung melakukan pemukulan secara bersama-sama terhadap korban. Serangan dilakukan menggunakan tangan kosong dan memakai kunci motor diarahkan ke bagian kepala, wajah, serta tubuh korban secara bertubi-tubi.

Karena kalah jumlah, korban tidak mampu memberikan perlawanan hingga akhirnya tersungkur di lokasi kejadian. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu disebut sempat berusaha melerai, namun para pelaku langsung meninggalkan lokasi setelah korban terkapar bersimbah darah.

Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian samping dan atas kepala yang mengeluarkan cukup banyak darah. Selain itu, korban juga mengalami lecet di wajah serta memar di bagian badan dan lengan.

Kondisi korban pascakejadian disebut cukup memprihatinkan. Darah masih terlihat menempel di rambut dan pakaian korban saat mendapat penanganan awal dari keluarga dan teman ynag menolong tempat kejadian.

Pihak korban mengaku terkejut atas kejadian tersebut karena selama ini korban dikenal tidak memiliki persoalan dengan siapa pun, termasuk dengan warga desa lain.

“Korban tidak punya masalah dengan siapa-siapa, apalagi dengan warga dari desa lain. Tiba-tiba saja saya diterikin dicegat dan dipukuli ramai-ramai tanpa alasan. Kami tidak mengerti apa maksud dan tujuannya,” ungkap  korban.

Orang tua korban juga menyampaikan kekecewaan dan berharap kejadian ini sebagai pembelajaran, dan akan segera kami laporkan ke berwajib dan segera bertindak tegas terhadap para pelaku pengeroyokan.

“Anak saya sama sekali tidak kenal para pelaku. Kami sangat menyayangkan kejadian ini menimpa anak saya yang tidak punya masalah dengan siapa pun. Oleh karena itu, kasus ini pasti akan saya laporkan ke Aparat Penegak Hukum agar pelaku jera dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih mempersiapkan laporan resmi ke Polres Jepara disertai bukti-bukti dan keterangan saksi atas peristiwa tersebut.(Red-LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *