
Liputandesa.id / Jepara – Akhir akhir ini masyarakat Kabupaten Jepara pada mengeluh terutama bagi sebagian penerima bantuan sembako maupun PKH, diantaranya ada yang mengalami perubahan desil dengan tiba-tiba, ada pula yang mengadu kalau bantuannya tidak cair lagi, atau belum keluar, dan pula yang mengeluh kalau desilnya sangat rendah (desil 1) tapi hingga kini yang bersangkutan belum menerima bantuan apapun. Selasa (15/9/2026) pagi.
Dari informasi yang diterima, dan sudah dikoordinasikan dengan dinas terkait perihal adanya beberapa keluhan masyarakat Jepara yang tergolong sangat miskin, miskin hingga tergolong rentang miskin, atau hampir miskin.
Menurut seorang warga desa Ngasem, Kecamatan Batealit, yang enggan disebutkan namanya mengeluh kenapa desil saya berubah tiba-tiba, pada hal beberapa bulan kemarin saya masih berada di desil 1 dan sempat menerima bantuan RTLH dari Kabupaten.
“Tapi ini kok berubah dengan mendadak dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan, dan desil saya sekarang kok berubah ke desil (5-10). Kenapa bisa begitu”, ujarnya.
Sementara dari pengakuan warga desa Troso, Kecamatan Pecangaan, dan sebut saja berinisial “IY” (45) mengutarakan hal yang bernada beda.
“Ia mengatakan saya ini desil 1 dan tidak punya rumah sendiri, tapi hingga kini belum menerima bantuan. Walaupun dulunya sempat menerima tapi kini bantuan tersebut tidak lagi saya terima, padahal saya memiliki komponen anak sekolah, dan seharusnya masuk ke PKH. Saya berharap semoga bantuannya bisa dikembalikan”, tuturnya IY.
Di lain waktu, seorang warga desa Karangaji, Kecamatan Kedung, dengan inisial NP (61) mengeluhkan kalau bantuan yang biasanya keluar, ini kok sejak bulan Juli hingga kini belum kunjung cair.
“Yang bersangkutan menjelaskan kalau pada bulan April sampai Juni bantuan sembako saya bisa tak ambil, dan sejak Juli kemarin sampai sekarang kok gak ada. Terakhir dicek cucu saya katanya desil saya berubah ke desil 5-10, padahal semula saya saat menerima itu ada di desil 4 lhoo”, ungkapnya.
Menyikapi adanya beberapa keluhan diatas, terutama para penerima bantuan yang kini belum cair atau mengalami perubahan desil.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ka. Dinsospermades) Kabupaten Jepara, Muh. Ali memberikan penjelasannya tentang hal tersebut diantaranya ;
“Sebagai informasi tambahan, terdapat adanya beberapa masyarakat di desil 1= 4 yang exclude / dicabut bantuannya, hal itu bisa dikarenakan terindikasi bantuan tidak dipergunakan sesuai peruntukannya/ belum masuk dalam data penerima bansos. Sedangkan untuk yang belum masuk data penerima bisa mengusulkan melalui desa / kelurahan, atau bisa melakukan usulan mandiri melalui aplikasi cek bansos yang sudah disediakan oleh Kemensos, dengan caranya bisa didownload melalui aplikasi playstore”, terangnya.
(Yusron)