
Foto : Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, tokoh lintas agama, 31/12/2015.
Liputandesa.id — Jepara — Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka menyambut pergantian Tahun Baru 2026 di Pendopo Balai Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus ruang kebersamaan lintas iman untuk memperkuat persatuan, stabilitas sosial, dan arah pembangunan Kabupaten Jepara memasuki tahun 2026. (01/01/2026)
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur warga dari berbagai latar belakang.
Sebanyak tujuh tokoh lintas agama memimpin doa secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman. Doa menurut agama Islam dipimpin K.H. Ali Mursyid, Kristen oleh Pendeta Danang Kristiawan, Katolik oleh Donatus Henry, Hindu oleh Arbyantoro, Buddha oleh Romo Kaspari, Konghucu oleh Budianto Kwee, serta Penghayat Kepercayaan oleh Ismoyo Eko Nur Ratno.

Foro : Bupati, Wabub doa bersama 7 lintas agama di balai desa Plaajan, 31/12/205/25
Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa doa lintas agama merupakan simbol persatuan sekaligus bentuk kepemimpinan yang merangkul seluruh elemen masyarakat.
“Pergantian tahun kami awali dengan doa bersama lintas agama sebagai bentuk ikhtiar dan kebersamaan. Jepara hanya bisa maju jika masyarakatnya rukun, saling menghormati, dan bergandengan tangan membangun daerah,” tegas Bupati.
Menurut Bupati, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan nilai toleransi dan kebersamaan sebagai dasar dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam menjaga keamanan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan di tahun 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal sosial strategis yang harus terus dirawat.
“Keamanan dan kedamaian Jepara tidak hanya dijaga oleh aparat, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk hidup rukun. Doa lintas agama ini adalah pesan kuat bahwa Jepara berdiri di atas nilai persaudaraan,” ujarnya.
Wabup juga mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat yang selama ini aktif menjaga suasana kondusif, khususnya pada momentum malam pergantian tahun yang rawan euforia berlebihan.
Doa lintas agama ini digelar sebagai refleksi perjalanan tahun 2025, sekaligus harapan kolektif memasuki tahun 2026 agar Kabupaten Jepara senantiasa diberi keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi penguatan harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat.
Kegiatan berlangsung sejak sore hari hingga pukul 21.00 WIB, dilaksanakan secara sederhana, khidmat, dan tertib, tanpa pesta kembang api maupun hiburan berlebihan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif dengan dukungan pengamanan terpadu dari unsur TNI, Polri, dan aparat pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Jepara menempatkan agenda doa lintas agama sebagai ruang kebersamaan lintas iman, sekaligus wujud nyata pengamalan nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Melalui momentum pergantian tahun ini, Pemkab Jepara berharap semangat toleransi, persaudaraan, gotong royong, serta kepatuhan terhadap hukum terus terjaga dan menjadi fondasi sosial yang kuat dalam mendukung pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Jepara sepanjang tahun 2026 lebih baik, Jepara Mulus. (Red).