Kamis, 13 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
24 Des 2025 06:14 - 3 menit reading

Terinspirasi Perjuangan Hidupnya, Ketua DPRD Jepara Sambangi Ustadz H. Ahmad Nawawi Di Kuta Bali

Views: 273

Liputandesa.id — Kuta, Bali [ Di sela kunjungan kerja ke sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, menyempatkan diri menyambangi salah satu tokoh perantau asal Jepara yang dinilai inspiratif, Ustadz H. Ahmad Nawawi, di kawasan Kuta, Bali.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Ketua DPRD Jepara yang sebelumnya menghadiri peresmian Kantor Sekretariat Komunitas Perantau Jepara Bali (KPJB) di Denpasar. Kegiatan itu turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik (PHP) Kabupaten Jepara Samiaji, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Jepara Anwar Sadat.

Usai peresmian, Agus Sutisna didampingi Ketua KPJB Ali Imron—yang akrab disapa Mas Alek—bersilaturahmi dengan Ustadz Nawawi, sosok perantau Jepara yang dikenal sukses menapaki kehidupan dari bawah hingga menjadi figur dakwah dan sosial yang disegani di Kuta dan sekitarnya.

Ustadz H. Ahmad Nawawi lahir di Jepara pada 23 Mei 1974. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah Assyafi’iyyah, Desa Pendem, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, tempat ia menimba ilmu pada periode 1988–1992 di bawah asuhan KH. Soleh Ya’kub, MA.

Dalam perbincangan hangat yang berlangsung sederhana sambil menikmati hidangan khas santri, Ustadz Nawawi menceritakan awal perjuangannya merantau ke Pulau Dewata. Pada 10 Februari 2005, ia memutuskan meninggalkan Kota Ukir Jepara demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, meski saat itu masih aktif mengabdi sebagai pendidik di MI Mamba’ul Huda, Desa Pendem.

Hijrah ke Bali bukan perkara mudah. Ustadz Nawawi mengawali kehidupannya sebagai tukang kayu, keahlian turun-temurun masyarakat Jepara, dengan upah harian yang sangat terbatas. Namun dengan ketekunan, kesabaran, dan tekad kuat, ia mampu bertahan dan terus melangkah.

Perjalanan hidup itu membentuk karakter Ustadz Nawawi sebagai pribadi yang ulet, pekerja keras, sederhana, dan pantang menyerah. Latar belakangnya sebagai santri kemudian mengantarkannya bertemu dengan Ustadz Masyhudi Jamal asal Banyuwangi, yang mengajak aktif dalam kegiatan dakwah.

Sejak saat itu, Ustadz Nawawi mulai rutin mengisi khutbah Jumat, imam tarawih, serta berbagai kegiatan keagamaan di sejumlah masjid di wilayah Kuta dan Denpasar. Ia juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Dakwah NU Kabupaten Badung periode 2024–2029, serta Ketua Majelis Ta’lim Al Hikmah Kuta.

Peran dakwah dan sosial tersebut membuat nama Ustadz Nawawi semakin dikenal luas, tidak hanya di kalangan masyarakat, tetapi juga oleh para pengusaha, unsur pemerintah, TNI, dan Polri, khususnya di wilayah Kuta.

Pada tahun 2019, Ustadz Nawawi dipertemukan dengan Hj. Masrifah, seorang pedagang busana muslim yang telah lebih dahulu sukses di Kuta Bali. Keduanya kemudian menikah dan bersama-sama melanjutkan perjuangan dakwah sekaligus pengembangan usaha.

Selain mengelola usaha busana muslim, pasangan ini juga mengembangkan industri meubel Jepara, memadukan nilai ekonomi dengan semangat pemberdayaan dan identitas daerah asal.

Kisah hidup Ustadz H. Ahmad Nawawi menjadi potret nyata bahwa perjuangan, kesabaran, dan keikhlasan mampu mengubah keterbatasan menjadi keberkahan, sekaligus menginspirasi banyak perantau Jepara di tanah rantau. (Maskuri).

2 tanggapan untuk “Terinspirasi Perjuangan Hidupnya, Ketua DPRD Jepara Sambangi Ustadz H. Ahmad Nawawi Di Kuta Bali”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *