Kamis, 20 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Hukum Jepara Redaksi
20 Sep 2025 19:20 - 2 menit reading

Diskominfo Jepara Perkuat Literasi Digital dan Keterbukaan Informasi Publik

Views: 127

Liputandesa.id — Jepara [ Menghadapi derasnya arus komunikasi global, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara menegaskan perannya sebagai garda keterbukaan informasi publik. Instansi ini tidak hanya mengelola data pemerintahan, tetapi juga mendorong literasi digital dan menjaga transparansi informasi.(20/09/2025).

Kepala Diskominfo Jepara, Arif Darmawan, menjelaskan bahwa teknologi informasi bukan sekadar sarana administratif, melainkan jembatan menuju pemerintahan modern yang terbuka dan melayani masyarakat. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pengelola komunikasi pemerintah, tapi juga mitra digital yang dekat dengan masyarakat,” tegasnya.

Diskominfo Jepara memiliki tugas pokok merancang dan melaksanakan kebijakan di bidang komunikasi, informatika, statistik, dan persandian. Layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) terus diperkuat sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui laman jepara.go.id, portal berita.jepara.go.id, serta media sosial Pemkab Jepara.

Di bidang literasi digital, Diskominfo rutin menggelar edukasi dan pelatihan bagi guru, pelajar, aparatur desa, hingga masyarakat umum. Program Digital Talent Scholarship (DTS) bersama BPSDMP Kominfo Yogyakarta menjadi salah satu langkah menyiapkan generasi muda Jepara agar mampu bersaing di era global.

Pandemi COVID-19 juga menjadi momentum percepatan transformasi pembelajaran digital. Diskominfo hadir mendukung transisi ini melalui pelatihan guru, sosialisasi literasi digital, hingga penyediaan data pendidikan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Selain lingkup pemerintahan, kerja sama dengan media massa, sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat terus diperluas. Namun, sejumlah kritik masih muncul. Seorang guru SMA di Jepara menilai Diskominfo perlu lebih sering turun langsung ke sekolah-sekolah dan desa-desa untuk memberikan pendampingan interaktif.

“Anak-anak sekarang butuh bimbingan agar tidak sekadar konsumtif di internet, tapi bisa produktif dan kritis,” ujarnya.

Diskominfo Jepara pun menyadari tantangan ke depan adalah menjangkau masyarakat hingga pelosok desa agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen ide, kreativitas, dan inovasi digital.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *