
Liputandesa.id [ Jepara — Bagi Sodiq, pengibaran Merah Putih pada HUT ke-81 RI kembali membawanya pada masa ketika bertugas di Timor Timur. Veteran berusia 71 tahun itu mengaku terharu saat menyaksikan upacara di Alun-Alun 1 Jepara, Senin (17/8/2026).
Sodiq kini tinggal di Dukuh Pesajen, Kelurahan Demaan, Kecamatan Jepara. Ia pernah bertugas di Timtim selama sekitar satu tahun dan terakhir berpangkat Sersan Mayor.
Menurut Sodiq, tugas di medan operasi menuntut tanggung jawab besar. Ia harus memimpin dan mengendalikan anggota dalam kondisi medan, cuaca, serta ancaman musuh yang tidak menentu. âYa, suka dukanya banyak sekali. Memimpin anggota harus bertanggung jawab, dan pengendalian anggota juga susah,â kata dia.
Ia mengaku terharu ketika kembali menyaksikan Merah Putih dikibarkan dalam upacara peringatan kemerdekaan. Menurut dia, generasi sekarang memiliki keunggulan berbeda dibanding generasi pada masanya. âKalau dulu orang-orangnya kan paten. Sekarang, wawasan dan kepintaran menang, dengan ilmu yang makin canggih,â ungkapnya.
Sodiq berharap generasi muda menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah. Ia menilai kekompakan tetap penting untuk menjaga Indonesia. âJangan sampai terpecah belah. Tetap kompak dan bersatu,â tandasnya.
Pesan serupa juga terlihat dari generasi muda yang menjalankan tugas dalam upacara tersebut. Alysia Zerlina Azmi, 16 tahun, menjadi pembawa baki dalam pengibaran Merah Putih.
Siswi SMA Negeri 1 Bangsri asal Desa Jinggotan itu mengatakan, tantangan utama saat bertugas adalah menjaga konsentrasi hingga tugas selesai. Ia juga harus menjaga napas dan ritme gerakan meski kondisi fisiknya mulai lelah. âMenjaga konsentrasi penuh dari awal sampai tugas selesai. Secara fisik cukup menguras energi, terutama menahan rasa lelah di kaki dan punggung,â kata dia.
Setelah tugas selesai, Alysia mengaku lega. Ia bersama anggota Paskibraka lainnya kemudian saling memberi apresiasi, dan bersyukur seluruh rangkaian tugas berjalan lancar.
Menurutnya, proses latihan memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas pengibaran. Ia belajar disiplin, menyatukan ritme, serta bekerja bersama anggota dengan karakter berbeda.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan antusiasme masyarakat dalam merayakan HUT RI tahun ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia berharap semangat tersebut terus terjaga dalam pembangunan daerah.
âKekompakan kita untuk mencintai bangsa Indonesia ini, dan pada khususnya mencintai Kabupaten Jepara, bisa bersinergi bersama masyarakat untuk membangun Jepara yang makmur, unggul, lestari dan religius,â tuturnya.
Mas Wiwit mengatakan Pemkab Jepara akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. âKita akan tingkatkan pelayanan-pelayanan dari kami sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat,â ujarnya.
Selain upacara, turut diserahkan sejumlah penghargaan dan bantuan. Di antaranya penghargaan lomba desa, remisi bagi warga binaan Rutan Jepara, serta hibah kendaraan angkut sampah.
Penghargaan juga diberikan kepada pegawai atas dedikasi, loyalitas, prestasi luar biasa dalam pengabdian.
Pemerintah daerah mendorong desa-desa berprestasi terus mengembangkan kreativitas dan partisipasi masyarakat.
Terkait lomba desa, Witiarso mengatakan kegiatan tersebut akan terus dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan warga. âKita akan tingkatkan lagi lomba-lomba desa ke depan, lebih untuk pengakraban atau partisipasi masyarakat agar terlibat lebih jauh lagi,â kata dia.
Upacara pengibaran bendera HUT ke-81 RI tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, organisasi masyarakat, serta masyarakat Jepara. (DiskominfoJepara/AP) Red-LD.