Sabtu, 27 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Jepara Redaksi
10 Jul 2025 07:42 - 2 menit reading

Warga RW 02 Plajan Gelar Pengajian Dan Santunan Yatim Piatu Sambut Tahun Baru Islam 1447 H

Views: 379

Liputandesa.id — Jepara [  Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, warga RW 02 Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara pada hari Senin, 7 Juli 2925 malam menggelar pengajian umu dan santunan anak yatim piatu. 8/07/2025

Acara yang berlangsung di jalan lingkungan setempat ini dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, ibu-ibu majelis taklim hingga anak-anak. KH. M. Adib Zamroni, S.Ag., mubaligh dari Demak, hadir sebagai penceramah utama dan menyampaikan pesan spiritual seputar pentingnya keikhlasan, keimanan, serta kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim.

“Tahun baru Hijriyah adalah momentum untuk hijrah menuju pribadi yang lebih baik, termasuk dalam hal kepedulian sosial. Menyantuni anak yatim bukan hanya ibadah, tapi juga warisan akhlak Rasulullah SAW,ā€ ujar KH. Adib Zamroni.

Acara juga diisi dengan penyerahan santunan kepada sepuluh anak yatim dan piatu dari lingkungan RW 02 sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

Ketua RW 02, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya.

ā€œSemoga rizki kita bertambah dan tahun depan kita bisa menyelenggarakan acara santunan ini lebih besar dan meriah lagi,ā€ ujarnya penuh harap.

Sementara itu, ketua panitia Ali Magsun menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan dalam menyambut 1 Muharram.

ā€œKami ingin mengawali tahun baru Islam dengan kegiatan yang membawa keberkahan. Selain mendekatkan diri kepada Allah melalui pengajian, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim sebagai wujud tanggung jawab sosial,ā€ ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keluarga, dan keberkahan di tahun yang baru. Masyarakat berharap acara serupa dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *