
Liputandesa.id | Jepara, 23 April 2025 — Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, melakukan kunjungan kerja ke PT. Jepara Mulia Furniture yang berlokasi di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara, pada Selasa (22/4). Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi perjuangan panjang salah satu putra daerah yang berhasil membangun usaha dari bawah hingga menembus pasar global.
Adalah Agus Susanto, sosok di balik kesuksesan Jepara Mulia Furniture. Pria yang akrab disapa Pak Agus ini memulai kiprahnya di dunia mebel sejak tahun 2005 dari tanah perantauan, Bali. Bersama rekan sesama perantau asal Jepara, ia menekuni bidang finishing meubel. Dari kerja kasar di bengkel, perlahan ia belajar dan membangun pengalaman hingga akhirnya berani membuka showroom pertamanya di Ubud, Gianyar.
Namun perjalanan tidak selalu mulus. Pada 2016, usaha yang dibangunnya sempat tumbang. Tak menyerah, Pak Agus kembali bangkit dan mendirikan Jepara Mulia Furniture di Bali dengan semangat baru.

Tonggak penting terjadi pada 2023, ketika ia memutuskan kembali ke kampung halaman dan membuka cabang usaha di Jepara. Dengan membawa nama yang sama, PT. Jepara Mulia Furniture kini tumbuh pesat. Memiliki lebih dari 120 karyawan, perusahaan ini telah mengekspor produk ke berbagai negara, termasuk Australia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Latin.
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan rasa bangganya atas kiprah Pak Agus. “Kisah Pak Agus adalah bukti nyata bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian menghadapi tantangan akan membuahkan hasil. Ini harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Jepara untuk terus berkarya dan membawa nama Jepara lebih mendunia,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap dunia usaha lokal, tapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan muda.
Dengan fokus pada kualitas dan inovasi, PT. Jepara Mulia Furniture terus berkembang sebagai pemain utama dalam industri meubel nasional dan internasional. Perjalanan Pak Agus dari perantauan hingga membangun pabrik sendiri di tanah kelahiran, menjadi cermin bahwa mimpi besar bisa lahir dari tekad dan keberanian.Red.