Rabu, 28 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
27 Okt 2026 21:26 - 2 menit reading

Menyusuri Urat Nadi Desa, Langkah Nyata Dandim 0719/Jepara Tinjau Pengecoran Jalan TMMD Di Bulungan

Views: 23

Liputandesa.id / Jepara – Di bawah terik matahari yang menyengat, deru mesin molen pengaduk semen berpadu dengan riuh semangat warga dan prajurit TNI. Suasana yang penuh gairah dalam kerja bakti ini menyelimuti sudut-sudut Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, yang tengah berbenah mempercantik infrastruktur wilayahnya.

Hiruk-pikuk tersebut semakin berarti dengan hadirnya pucuk pimpinan teras Kodim 0719/Jepara di tengah-tengah para pekerja.

Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi, S.Sos., memilih turun langsung menapaki jalanan desa demi melihat dari dekat denyut kemajuan program TMMD Sengkuyung tahap IV di tahun 2026, di desa Bulungan. Selasa (27/10/2026).

Dalam kunjungan lapangan tersebut sarat dengan kebersamaan, Dandim didampingi oleh Danramil 09/Mlonggo, Kapten Inf Ngadino serta Staf Teritorial Serma Adam, yang berjalan bersama meninjau setiap jengkal proses pengecoran jalan.

Kehadiran para perwira menengah TNI ini sontak menjadi pelecut semangat tersendiri bagi Satgas TMMD dan warga desa Bulungan. Mereka bahu-membahu tanpa kenal lelah bersama-sama meratakan adukan semen, pasir, dan batu split demi mewujudkan akses jalan yang kokoh.

Blusukan militer ke lokasi proyek ini bukan sekedar kunjungan seremonial semata. Dandim secara teliti memeriksa kualitas adukan, ketebalan lapisan cor, hingga kerapian pengerjaan fisik agar hasilnya benar-benar memenuhi standar teknis dan tahan lama.

Di sela-sela langkah pemantauannya, Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi menyempatkan diri untuk berdialog akrab dengan warga setempat. Beliau juga mendengarkan aspirasi serta ungkapan syukur masyarakat yang menyambut antusias perbaikan jalan penghubung antar – dusun tersebut.

“Perwira dengan melati dua di pundak itu menegaskan bahwa sasaran fisik berupa pengecoran jalan ini merupakan urat nadi penting bagi perekonomian masyarakat desa. Oleh karena itu, kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi harga mati yang harus dicapai melalui gotong royong”. (Yusron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *