Senin, 26 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
26 Okt 2026 19:52 - 3 menit reading

DPD KAWALI Kembali Soroti SPPG Mindahan 2 Batealit Jepara, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Diduga Masalah Ipal

Views: 34

Liputandesa.id / Jepara – Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) di Mindahan 2 Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara menjadi sorotan dari warga sekitar.

Hal itu dikarenakan kurang dari 1 ( satu ) bulan, warga masyarakat kawasan SPPG tersebut kembali mengeluh munculnya aroma bau menyengat dan muncul rembesan air ke pemukiman warga. Indikasi kuat diduga persoalan dari IPAL milik SPPG Mindahan 2 Batealit bermasalah sehingga mengancam lingkungan jika dibiarkan.

“Keluhan warga tersebut mengandung pesan penting yang terserat dalam makna keberlangsungan hidup / hajat bagi warga sekitar yang terdampak”.

Dalam paparanya, Ketua DPD KAWALI Kabupaten Jepara, Aditya mengatakan jika pihaknya kembali menerima laporan dari warga. Laporan pertama disampaikan pada Kamis, 1 Oktober 2026, dan sudah kami teruskan kepada pihak-pihak terkait termasuk ke Korwil agar untuk segera ditindaklanjuti.

“Namun, laporan pertama belum ada respon dan tanggapan yang jelas. Hari ini KAWALI kembali menerima aduhan kedua, resmi dari warga terdampak mengadu muncul kembali Bau Menyengat dan ada kekhawatiran adanya resapan ke lingkungan warga,”tutur Aditya pada Senin (26/10/2026) siang.

Menurut warga, yang mengeluhkan munculnya bau menyengat di sekitar permukiman, bahkan disebut terdapat rembesan air yang masuk ke area rumah milik warga sekitar

“Setiap ada aktivitas di SPPG tersebut, selalu muncul Bau cukup menyengat. Disisi lain, muncul rembesan air yang masuk ke rumah,” ujar warga yang mintak identitasnya tidak dipublikasikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim KAWALI juga sudah mendatangi SPPG Mindahan 2 Batealit tersebut, untuk meminta klarifikasi terkait kondisi IPAL yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Untuk laporan kesekian kalinya ini, tim belum berkomunikasi dengan pihak SPPG, dengan adanya keluhan oleh warga tentang persoalan IPAL di SPPG Mindahan 2 Batealit ini.
“Dan ini kembali terjadi adanya keluhan yang disampaikan serta persoalan sama persis dengan aduhan dari warga beberapa hari lalu,” terang Aditya.

Lanjutnya, kemudian di aduhan sebelumnya, tim juga pernah diajak melihat bagian penampungan limbah. Dari pantauan di lokasi saat itu, bagian penampungan tersebut terlihat dalam kondisi terbuka dan tercium bau menyengat ketika di lokasi IPAL.

Hal itu menjadi perhatian serius dikarenakan disebabkan keberadaan penampungan limbah SPPG tersebut berada persis di lingkungan yang berdekatan dengan permukiman warga.

“Namun, hingga kini pihak SPPG Mindahan 2 Batealit belum kunjung memperbaiki persoalan IPAL nya,” ungkap Aditya.

DPD KAWALI Jepara Menghimbau

Keluhan warga dan kondisi penampungan limbah tersebut kini menjadi perhatian DPD KAWALI Jepara. Mengharapkan pada semua pihak / instansi terkait, dan termasuk pengelola SPPG tersebut agar persoalan IPAL segera disikapi. Dan semoga mendapatkan penanganan agar tidak kembali menimbulkan gangguan bagi masyarakat setempat yang terdampak.

Aditya juga mengatakan dari hasil laporan yang disampaikan ke DLH Jepara oleh KAWALI, pada saat itu pihak DLH langsung turun dan mendatangi SPPG Mindahan 2 Batealit.

“Tapi kok ini timbul lagi bau menyengat di lokasi yang sama persis dilaporkan oleh masyarakat, dan aduhannya juga sama,” tegas Aditya.

Hingga berita ini diunggah, belum diperoleh keterangan lebih lanjut dari instansi Lingkungan Hidup maupun pihak terkait mengenai standar pengelolaan IPAL di SPPG Mindahan 2 Batealit dan langkah penanganan atas keluhan warga tersebut.

“Redaksi memberikan hak jawab selembar-lembar, bilamana ada pihak / instansi terkait keberatan dengan pemberitaan ini.” (Yusron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *