Selasa, 04 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
3 Agu 2026 07:03 - 3 menit reading

Diduga Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi, Plafon Pasar Bangsri Roboh, Warga Desak Audit Menyeluruh

Views: 30

Dokumen : foto kejadian ambruknya plafon Los kios Onderdil Pasar Bangsri baru, Minggu, 2/8/2026.

Liputandesa.id | Jepara – Plafon bahan matrial PVC beserta rangka penyangga di deretan kios onderdil Pasar Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, dilaporkan ambruk pada Minggu (2/8/2026) -+ sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa itu terjadi saat bangunan pasar yang baru saja direhabilitasi masih digunakan untuk aktivitas jual beli warga.

Material berupa lembaran plafon PVC dan rangka besi berjatuhan hingga menutupi bagian depan sejumlah kios dan memicu kepanikan pedagang serta pengunjung. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, sisa bangunan yang masih menggantung dianggap sangat berbahaya dan mengancam keselamatan siapa saja yang melintas di area tersebut.

Kejadian ini kembali menyoroti mutu pelaksanaan proyek rehabilitasi Pasar Bangsri yang dibiayai menggunakan anggaran APBD pemerintah tahun 2025. Warga mulai mempertanyakan kualitas konstruksi mengingat bangunan diklaim masih dalam masa pemeliharaan pasca-pekerjaan selesai.



Hariyanto, yang telah mengamati proses pembangunan dan rehabilitasi Pasar Bangsri sejak tahun 2018 hingga 2025, menyampaikan kecurigaan mendalamnya terkait pelaksanaan proyek yanng menelan anggaran Rp 86 miliar tersebut.

“Selama proses pengerjaan dari awal tahun 2018 hingga berakhir pada 2025, saya melihat banyak hal yang tidak sesuai dengan spesifikasi gambar rencana kerja maupun Rencana Anggaran Biaya yang tertuang dalam kontrak. Terjadi banyak penyimpangan yang jika dibiarkan akan membahayakan keamanan bangunan, dan kini terbukti dengan robohnya plafon PVC ini,” ungkap Hariyanto kepada awak media, Minggu siang.

Berdasarkan peristiwa ini dan dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Jepara segera melakukan investigasi dan audit teknis secara menyeluruh. Pemeriksaan itu perlu mencakup. Kesesuaian dokumen kontrak pekerjaan dengan pelaksanaan di lapangan gambar kerja dan standar spesifikasi teknis yang ditetapkan. Jenis serta kualitas material yang benar-benar digunakan. Mutu pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas. Keabsahan proses serah terima pekerjaan (PHO maupun FHO).

Warga yang tidak mau disebut namanya menegaskan, hasil investigasi harus dipublikasikan secara terbuka karena proyek tersebut menggunakan uang negara yang menelan biaya kurang lebih Rp 86 miliar. Apabila nanti terbukti adanya kelalaian, penggunaan material di bawah standar, atau pelanggaran ketentuan kontrak, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Sebaliknya, jika penyebab keruntuhan berasal dari hal lain, masyarakat juga berhak mengetahui kebenarannya agar tidak terjadi kesalahpahaman berkepanjangan. Yang terpenting adalah transparansi dan keadilan dalam penggunaan anggaran rakyat,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara maupun pihak terkait lainnya. Redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi guna mendapatkan keterangan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

 Plafon PVC beserta rangka penyangga di deretan kios onderdil Pasar Bangsri roboh. Pedagang dan pengunjung terdampak; Hariyanto selaku pengamat perkembangan proyek; Pemerintah Kabupaten Jepara dan dinas teknis terkait diminta memberikan penjelasan.

Penyebab pasti masih dalam dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dan penyimpangan kontrak, namun menunggu hasil pemeriksaan resmi. Plafon ambruk secara tiba-tiba saat pasar sedang ramai dikunjungi, material jatuh menimpa area depan kios dan memicu kepanikan warga.(Red – LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *