
Liputandesa.id — Jepara [ Kembali aksi protes terhadap pengelola dapur SPPG 3 Bawu kembali terjadi dua ketua RT dan beberapa warga setempat mendatangi dapur SPPG 3 Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk menyampaikan keberatan terkait limbah yang di buang ke sungai akibat air keruh hitam berbaru.
RSD salah satu warga yang membuka usaha di dekat dapur SPPG 3 saat di mintai keterangan awak media menjelaskan “Pagi tadi ada petugas dari Dinas bawa mobil plat merah datang ke dapur SPPG dan ke rumah Miftahudin warga yang air sumurnya tercemar untuk di ambil sample air nya.” Jelasnya.Jum,at 31/07/2026.
Selang beberapa menit saat awak media masih berada di lokasi dapur SPPG 3 petugas dari Kecamatan Bate Alit bersama babinsa dan babinkamtibmas datang ke dapur SPPG 3 yang sedianya untuk mendampingi petugas lapangan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara tetapi petugas dari DLH sudah meninggalkan lokasi.

Kesempatan tersebut di gunakan oleh ketua Rt 42 dan 07 serta beberapa warga untuk menyampaikan keberatannya atas pembuangan air limbah SPPG ke sungai dan minta agar pemilik dapur SPPG membuat penampungan limbah sendiri dan tidak membuang limbahnya ke sungai.
Menurut keterangan petugas dari Kecamatan Bate Alit menyampaikan “informasi dari korwil SPPG wilayah Kecamatan Bate Alit saudara Ulum katanya sudah mengumpulkan warga untuk musyawarah dan sudah ada kesepakatan pihak SPPG 3 memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak, namun hal tersebut di bantah oleh ketua rt 42 Aksin Zunaidi menurut nya “Warga sekitar termasuk dirinya belum pernah di kumpulkan oleh saudara Ulum untuk di ajak musyawarah terkait air limbah soal uang kompensasi Aksin mengakui memang ada warganya yang menerima saudara Aminnudin tetapi yang lain tak menerima.” Ungkapnya.
Setelah petugas dari Kecamatan Bate Alit bersama rombongan meninggalkan lokasi dapur SPPG 3 beberapa warga bersama ketua rt 42 dan 07 datang ke dapur SPPG 3 untuk bertemu dengan pengelola dapur, namun informasi dari satpam yang bertugas “Pak Alif sedang ke luar warga di persilahkan menunggu sebentar.”
Tak lama berselang pengelola dapur Alif datang menemui warga yang sudah menunggu di halaman mushola setelah melalui diskusi panjang dan sempat memanas akhirnya di sepakati warga di persilahkan untuk membuat surat pernyataan dan permohonan penutupan sementara dapur SPPG 3 hingga sistem IPAL nya di perbaiki agar tidak lagi membuang air limbahnya ke sungai dan pihak pengelola dapur akan menyampaikan ke pemilik SPPG dan BGN pusat agar di tindak lanjuti, “silahkan warga sekitar membuat surat pernyataan dan permohonan supaya dapur SPPG 3 di tutup sementara nanti saya bantu menyampaikan ke pemilik dapur SPPG dan BGN pusat.” Kata Alif.
Permasalahan limbah seperti ini sangat sensitif seharus nya segera mendapat respon cepat dari pihak berwenang dari satgas MBG hingga pemilik SPPG untuk menyelesaikan secara tuntas dan memberikan solusi yang bisa di terima semua pihak sehingga permasalahan tidak terus berlanjut. Part IV . GN.Jpr.