Rabu, 22 Apr 2026
Home
Search
Menu
Share
More
22 Apr 2026 14:47 - 2 menit reading

Diskusi Politik Pasca Lebaran Idul Fitri, Kesbangpol Jepara Dorong Partisipasi Ormas

Views: 63

Liputandesa.id — Jepara, 22 April 2026 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan bertajuk “Diskusi Politik dan Silaturahmi Pasca Idul Fitri bersama Ormas dalam Meningkatkan Partisipasi Politik di Kabupaten Jepara”, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan ini berlangsung di aula pertemuan Sakordik Kabupaten Jepara dan dihadiri lintas unsur pemerintahan, legislatif, organisasi masyarakat (Ormas), hingga media lokal.

Hadir dalam forum tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Praktikno, serta Kepala Kesbangpol Jepara, Ony Sulistyawan. Keterlibatan berbagai elemen ini mencerminkan upaya kolektif dalam membangun kesadaran politik masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas daerah pasca momentum Idul Fitri.

Dalam sambutannya, Ony Sulistyawan menegaskan pentingnya peran strategis Ormas dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa dari total 257 Ormas yang terdata dalam monitoring Kesbangpol, hanya 147 yang dinyatakan aktif dan rutin melaporkan kegiatan.

“Ormas memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas, akuntabilitas, serta kenyamanan masyarakat. Ini harus terus diperkuat melalui kolaborasi yang nyata,” ujarnya.

Selain itu, Ony juga mengingatkan pentingnya peran Ormas dalam menangkal penyebaran hoaks yang berpotensi memicu keresahan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang publik dari informasi yang menyesatkan.

“Mari kita tanggulangi informasi hoaks dan isu-isu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kolaborasi adalah kunci untuk membangun Jepara yang lebih baik dan berintegritas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara, Praktikno, menekankan bahwa forum diskusi semacam ini harus mampu menghasilkan rekomendasi konkret, bukan sekadar seremoni atau ajang silaturahmi.
“DPRD terbuka menampung berbagai masukan dari masyarakat, Ormas, maupun kalangan muda, selama bersifat konstruktif dan solutif,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan daerah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama, seperti infrastruktur dan pengelolaan anggaran. Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan Jepara yang lebih baik.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan, kritik, dan masukan dari peserta. Sejumlah isu strategis mengemuka, di antaranya rendahnya kesadaran politik masyarakat, tantangan menjaga netralitas Ormas, hingga pentingnya edukasi politik yang berkelanjutan.

Dari hasil pengamatan, forum ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan wadah untuk mengidentifikasi persoalan nyata di lapangan. Beberapa peserta juga menyoroti masih adanya apatisme politik di tingkat akar rumput serta perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik lokal.

Peran Ormas pun dinilai belum optimal sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat berlanjut pada langkah konkret dan program berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya dalam memperkuat demokrasi lokal. Sinergi antara pemerintah dan Ormas diharapkan mampu menciptakan partisipasi politik yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Jepara.(Red – LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *