
Liputandesa.id — JEPARA [ Momentum peringatan Raden Ajeng Kartini dimanfaatkan PDI Perjuangan Kabupaten Jepara untuk menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan gratis selama tiga hari di kawasan Pelabuhan Jepara, Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah.(3/4/2026).
Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda sosial, tetapi juga mencerminkan strategi politik kerakyatan partai dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, khususnya komunitas pesisir yang kerap menjadi basis pemilih potensial.
Ketua DPC PDIP Jepara, Junarso, menegaskan bahwa partai harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya muncul saat momentum elektoral.

“Ini bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, baik secara individu maupun lingkungan,” ujarnya.
Namun, di balik layanan kesehatan gratis, terselip pesan ideologis yang turut disampaikan kepada masyarakat. PDIP menekankan pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia, termasuk pengawasan penggunaan media sosial pada anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Menurut Junarso, keluarga memegang peran sentral sebagai benteng utama.
“Penggunaan media sosial sebaiknya dibatasi, idealnya di atas usia 16 tahun dengan pengawasan orang tua,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menargetkan sekitar 200 warga setiap hari dengan segmentasi berbeda. Hari pertama difokuskan bagi lansia, hari kedua untuk ibu dan anak, sementara hari ketiga terbuka bagi masyarakat umum.
Selain mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar, warga juga menerima paket sembako dari panitia—sebuah langkah yang secara politis memperkuat citra partai sebagai penggerak bantuan langsung di tengah masyarakat.
Menariknya, pelayanan dilakukan melalui Kapal Laksamana Malahayati dari Aceh yang difungsikan sebagai fasilitas kesehatan terapung. Pendekatan ini mempertegas strategi “jemput bola” dalam menjangkau kelompok masyarakat marjinal yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Kegiatan ini mencerminkan pola konsolidasi sosial-politik PDI Perjuangan di tingkat daerah—menggabungkan agenda ideologis, pelayanan publik, serta penguatan basis konstituen di tengah dinamika politik yang terus bergerak.
(Red – LD).