Jumat, 03 Apr 2026
Home
Search
Menu
Share
More
1 Apr 2026 20:37 - 2 menit reading

Halal Bihalal ALMIJ Jepara, Tegaskan Jurnalisme Berimbang Dan Profesional Taat Kode Etik Jurnalistik

Views: 15

Liputandesa.id — Jepara, [ Momentum Idulfitri dimanfaatkan Aliansi Lintas Media Indonesia Jepara (ALMIJ) pada hari Rabu, 1/4/2026 untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen profesionalisme pers melalui kegiatan halal bihalal yang digelar di Museum RA Kartini Jepara.

Kegiatan ini dihadiri oleh pembina Sukambali, Ketua ALMIJ Edi Perasadja (Edi Jhon), serta jajaran pengurus dan anggota dari berbagai media.

Dalam sambutannya, Ketua ALMIJ menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Momentum Idulfitri ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk kembali pada prinsip dasar jurnalistik. Wartawan harus menyajikan berita yang berimbang, terverifikasi, dan tidak keluar dari koridor Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik,” tegas Edi.

Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan membuktikan eksistensi ALMIJ sebagai organisasi pers yang kredibel.
“Kita harus tunjukkan bahwa ALMIJ ini solid dan profesional. Jangan sampai dipandang sebelah mata. Dengan kerja nyata, kita buktikan kualitas kita,” tambahnya.

Sementara itu, pembina ALMIJ, Sukambali, turut memberikan penekanan khusus terkait praktik jurnalistik di lapangan, terutama dalam pemberitaan yang menyangkut desa dan pembangunan.

“Saya berpesan kepada seluruh rekan-rekan insan pers, khususnya yang tergabung dalam ALMIJ, agar selalu mengedepankan konfirmasi dan prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Jangan sampai berita hanya sepihak, apalagi menyangkut pembangunan desa yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujar Sukambali.

Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan komunikasi yang baik dalam menggali informasi di lapangan.
“Kalau menemukan persoalan di desa, kedepankan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Klarifikasi itu penting, agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pers harus menjadi jembatan, bukan pemicu konflik,” tambahnya.

Menurutnya, peran media sebagai kontrol sosial sangat strategis dalam mengawal pembangunan, namun harus tetap dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Pers itu mitra pembangunan. Maka kritik harus tetap ada, tapi disampaikan secara berimbang, berbasis data, dan dengan etika yang baik,” tegasnya.

Acara halal bihalal ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi insan pers di Jepara untuk terus meningkatkan kualitas, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di masyarakat.(Red – LD/ALMIJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *