Rabu, 19 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
20 Sep 2025 17:42 - 2 menit reading

Pelabuhan Internasional Balong Jadi Poros Maritim Baru, Jepara Siap Jadi Pusat Niaga Global

Views: 396

Liputandesa.id — Jepara [ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tengah menyiapkan pembangunan Pelabuhan Internasional Balong di Pantai Balong sebagai pusat distribusi logistik ekspor-impor. Proyek ini digadang menjadi tonggak kebangkitan Jepara sebagai poros maritim baru sekaligus pusat niaga global.(20/09/2025).

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyebut pelabuhan internasional ini akan menjadi simpul logistik modern yang menghubungkan sektor perikanan, industri mebel, dan pariwisata dengan jaringan perdagangan dunia. “Konsep ekonomi biru menjadi arah utama agar pelabuhan tidak hanya berorientasi konstruksi, tetapi juga keberlanjutan,” tegasnya.

Rencana pembangunan tersebut mendapat dukungan PT Pelindo (Persero) Cabang Semarang yang menyatakan minat mengelola pelabuhan. Dukungan juga datang dari Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM) Jepara, melalui ketuanya Muhammad Mustavit, yang mendorong pembangunan ramah lingkungan dan melibatkan masyarakat pesisir.

Saat ini, Pemkab bersama investor sedang menyiapkan studi kelayakan (FS) sebelum memulai tahap pembangunan. Lokasi Balong dipilih karena strategis, mengingat Jepara memiliki garis pantai terpanjang di pantai utara Jawa, yakni 82,73 km, serta basis ekonomi maritim yang kuat: industri mebel mendunia, perikanan tangkap dan budidaya, hingga pariwisata bahari Karimunjawa.

Secara historis, Jepara pernah menjadi pelabuhan penting sejak era Kerajaan Demak dan Ratu Kalinyamat. Letaknya di semenanjung membuatnya menjadi titik persinggahan pedagang internasional.

Meski saat ini Jepara sudah memiliki Pelabuhan Kartini (penumpang Karimunjawa) dan Pelabuhan Tanjung Jati (berorientasi energi-industri), keduanya belum berperan sebagai pusat logistik internasional. Karena itu, Pelabuhan Balong dipandang strategis mengisi kekosongan tersebut.

Kepala Dishub Jepara, Ony, menjelaskan bahwa leading sektor pembangunan berada di Bappeda dan kewenangan pelabuhan tetap di Kementerian Perhubungan. “FS yang ada baru tahap pra-FS, koordinasi dengan PT Pelindo dilakukan Bappeda. Kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) bisa ditanyakan ke Bappeda atau DLH,” jelasnya.

Dengan dukungan pemerintah, investor, dan kekuatan ekonomi maritim, Jepara diyakini berpeluang besar menjadi pusat niaga maritim internasional. Pembangunan Pelabuhan Balong diharapkan mampu membuka jalur distribusi global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan maritim yang cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *