Selasa, 13 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
12 Okt 2026 20:00 - 3 menit reading

Pernah Juara Umum, Jateng Bidik Prestasi Gemilang di Pesonas II 2026

Views: 10

Liputandesa.id / Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberangkatkan 31 orang untuk ajang Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

31 orang tersebut terdiri atas 10 atlet, enam pelatih, dan 15 ofisial. Mereka akan mengikuti gelaran tersebut pada pada 14–18 Oktober 2026. Kontingen SoIna Jawa Tengah tersebut dilepas langsung oleh Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng pada Senin, 12 Oktober 2026.

Gubernur menyampaikan komitmennya dalam memberikan dukungan dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam berkarya dan berprestasi.

“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya,” tegas Luthfi.

Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet disabilitas maupun upaya pemberdayaan agar mereka dapat hidup mandiri.

Komitmen tersebut, lanjut Luthfi, tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan olahraga. Pemprov Jateng juga mendorong kesempatan kerja dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, antara lain melalui balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya.

Ia meminta organisasi terkait dan perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial serta Dispora, memberikan perhatian terhadap upaya pemberdayaan tersebut.

Kepada para atlet yang akan berlaga di NTT, Luthfi berpesan agar mereka tampil maksimal sekaligus menjaga nama baik Jawa Tengah. Ia juga meminta kontingen membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.

“Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Jawa Tengah Aria Chandra menyampaikan, kontingen akan mengikuti lima cabang olahraga, yakni atletik, tenis meja, bulu tangkis, bocce, dan renang.

Persiapan telah dilakukan sejak seleksi tingkat kabupaten/kota pada 2025, dilanjutkan dengan tahapan penetapan delegasi, pelatihan mandiri, hingga training center (TC) di Semarang pada 9–13 Oktober 2026.

Pemprov Jateng turut memfasilitasi kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, kebutuhan atlet, hingga pelaksanaan TC. Persiapan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan sponsor.

“Yang jelas pemerintah provinsi dukung penuh. Kami berharap anak-anak ini dapat meraih juara, kemudian mereka juga dapat mengeluarkan secara maksimal kemampuan mereka,” katanya.

Jawa Tengah memiliki catatan prestasi sebagai juara umum Pesolnas pertama yang digelar di Semarang pada 2022. Saat itu, kontingen Jateng mengumpulkan 88 medali, terdiri atas 36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu.

Ketua Solna Jawa Tengah, Kristijani Kirana berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk kembali meraih prestasi. Menurutnya, para atlet telah menjalani latihan sejak dinyatakan terpilih mewakili Jawa Tengah.

“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” ujarnya.

Semangat serupa ditunjukkan Nael, atlet tenis meja berusia 20 tahun yang akan menjalani debutnya di ajang tersebut. Meski mengaku tegang menghadapi pertandingan, ia telah mempersiapkan diri dengan berlatih setiap hari.

Kecintaannya terhadap tenis meja menjadi salah satu alasan Nael memilih cabang olahraga tersebut. Ia berharap latihan yang dijalaninya bisa membuahkan hasil saat bertanding di NTT. Dalam ajang ajang itu ia menargetkan mendapatkkan medali emas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *