Selasa, 20 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
19 Okt 2026 15:36 - 4 menit reading

Ketua DPRD Hadiri Apel Pasukan Pilkades, Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan Warga

Views: 10

Liputandesa.id [ JEPARA– Demokrasi tidak hanya diuji di panggung politik nasional. Di desa, tempat warga saling mengenal dan hidup berdampingan setiap hari, perbedaan pilihan justru dapat menjadi ujian tersendiri bagi persatuan masyarakat.

Pesan itulah yang mengemuka dalam apel pasukan pengamanan Pemilihan Petinggi (Pilpet) serentak 2026 di halaman Mapolres Jepara, Senin (19/10/2026). Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, hadir dalam kegiatan tersebut untuk menegaskan pentingnya menjaga keamanan, kedewasaan berdemokrasi, dan keutuhan warga selama proses pemilihan berlangsung.

Sebanyak 24 desa di Kabupaten Jepara dijadwalkan menggelar Pilpet serentak tahun ini. Aparat keamanan disiagakan untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Namun, bagi Agus Sutisna, keberhasilan Pilpet tidak semata-mata ditentukan oleh kelancaran pemungutan suara atau hasil penghitungan di akhir proses. Ada hal yang lebih mendasar: bagaimana masyarakat tetap utuh setelah perbedaan pilihan politik menemukan jawabannya.

“Pilpet adalah bagian dari demokrasi yang harus kita jaga bersama. Perbedaan pilihan itu wajar, bahkan menjadi bagian dari kehidupan demokratis. Tetapi jangan sampai perbedaan tersebut merusak persaudaraan, memutus hubungan antartetangga, atau menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,”tegas Agus.

Menurut dia, pemilihan petinggi bukan sekadar proses menentukan siapa yang akan memimpin desa. Lebih dari itu, Pilpet menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kedewasaan dalam menggunakan hak politik sekaligus menghormati pilihan orang lain.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak, mulai dari calon petinggi, pendukung, panitia pemilihan, hingga masyarakat, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dalam kontestasi di tingkat desa, persoalan politik kerap bersinggungan langsung dengan hubungan sosial yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Situasi itulah yang, menurut Agus, perlu diantisipasi sejak awal.

“Jangan sampai karena Pilpet, warga yang setiap hari hidup berdampingan justru saling bermusuhan. Siapa pun yang terpilih nantinya, seluruh warga tetap satu keluarga besar dalam membangun desanya,” ujarnya.

Dari 24 desa yang akan menyelenggarakan Pilpet, Desa Sengonbugel dan Desa Kaliaman menjadi perhatian khusus berdasarkan pemetaan kerawanan yang disampaikan dalam apel pengamanan.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa kedua desa tersebut memerlukan perhatian lebih dan langkah antisipasi optimal dari seluruh unsur pengamanan.

Witiarso mengingatkan bahwa keberhasilan pengamanan tidak cukup diukur dari ketiadaan gangguan keamanan. Deteksi dini, pemantauan situasi, netralitas aparat, serta kemampuan mencegah potensi konflik menjadi bagian penting dalam menjaga proses demokrasi tetap berjalan sesuai aturan.

Agus Sutisna menilai, langkah antisipasi tersebut perlu diiringi komunikasi yang terbuka antara aparat keamanan, pemerintah desa, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, dan para calon petinggi.

Menurut dia, keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana tetap sejuk, tidak memperbesar persoalan, serta mengedepankan penyelesaian secara musyawarah apabila muncul perbedaan atau perselisihan.

“Pengamanan harus dilakukan secara profesional dan netral. Pada saat yang sama, semua pihak perlu ikut menjaga suasana. Jangan menunggu persoalan membesar baru bertindak. Jika ada tanda-tanda gesekan, segera komunikasikan dan selesaikan dengan cara yang baik,” kata Agus.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap tahapan pemilihan berlangsung sesuai ketentuan. Kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi, menurutnya, harus dibangun melalui penyelenggaraan yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pilkades atau Pilpet kerap menjadi momentum penting bagi warga untuk menentukan arah kepemimpinan di lingkungannya sendiri. Hasilnya akan memengaruhi jalannya pemerintahan desa, pelayanan masyarakat, dan pembangunan dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, kompetisi politik itu semestinya tidak meninggalkan luka sosial yang berkepanjangan.

Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna berharap pelaksanaan Pilpet serentak 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperlihatkan bahwa perbedaan pilihan dapat berjalan beriringan dengan sikap saling menghormati.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan ruang bagi proses demokrasi untuk berlangsung secara jujur dan damai, tanpa intimidasi, provokasi, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memenangkan kontestasi, melainkan memastikan desa tetap aman, masyarakat tetap rukun, dan pembangunan bisa terus berjalan. Demokrasi yang baik bukan hanya menghasilkan pemimpin, tetapi juga menjaga persatuan warganya,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap seluruh rangkaian Pilpet serentak di 24 desa berlangsung aman, jujur, tertib, dan kondusif. Dengan kesiapsiagaan aparat serta partisipasi aktif masyarakat, pesta demokrasi tingkat desa diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat kepercayaan dan kebersamaan warga.

Sebab, setelah seluruh suara dihitung dan seorang petinggi terpilih, kehidupan di desa akan terus berjalan. Warga akan kembali bertemu di jalan yang sama, bekerja di lingkungan yang sama, dan membangun masa depan di tanah yang sama.

Di situlah demokrasi menemukan maknanya yang paling nyata: bukan ketika perbedaan berakhir, melainkan ketika masyarakat tetap mampu hidup bersama di tengah perbedaan.(Red – LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *