Kamis, 29 Okt 2026
Home
Search
Menu
Share
More
29 Okt 2026 13:27 - 3 menit reading

Back to Pesantren, DPC PPP Jepara Bekali Santri Pendidikan Politik dan Pelatihan AI

Views: 24

Liputandesa.id [ JEPARA– Pesantren tidak hanya menjadi ruang pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk generasi yang memahami kehidupan bermasyarakat dan perkembangan zaman. Berangkat dari semangat tersebut, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara menggelar program *Back to Pesantren* dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Kegiatan yang dikemas melalui safari politik tersebut berlangsung di SMK Fadlun Nafis, Bangsri, Jepara, Minggu (25/10/2026). Sebanyak 330 peserta yang terdiri dari santri dan santriwati mengikuti rangkaian kegiatan bertema pendidikan politik dan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketua DPC PPP Jepara Haizul Ma’arif hadir bersama Sekretaris DPC PPP Agus Sutisna, Bendahara DPC PPP Lusiana Afrianti, jajaran Pengurus Harian, serta Majelis Pertimbangan PPP yang diwakili K. A. Marzuqi. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kesbangpol Kabupaten Jepara melalui sekretaris badan dan unsur Polsek melalui Bhabinkamtibmas.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan Ketua DPC PPP Jepara, dilanjutkan pengarahan Majelis Pertimbangan PPP. Materi kemudian berlanjut pada pendidikan politik yang disampaikan Kesbangpol, sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying oleh unsur kepolisian, serta pelatihan AI yang dipandu Candra Winata, seorang coach bersertifikat Microsoft dan Grok sebagaimana disampaikan penyelenggara.

Ketua DPC PPP Jepara, Haizul Ma’arif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan PPP dengan lingkungan pesantren sekaligus memperluas wawasan generasi muda mengenai kehidupan politik.

“Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, kami melakukan safari ke pesantren untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun kedekatan dengan kalangan santri, termasuk para pemilih pemula. Kami ingin mereka memahami bahwa politik merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang perlu disikapi dengan pengetahuan dan tanggung jawab,” ujar Haizul.

Menurutnya, santri memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa. Karena itu, ruang pendidikan pesantren perlu terus terhubung dengan perkembangan sosial, kebangsaan, dan teknologi agar generasi muda memiliki bekal yang memadai ketika memasuki kehidupan bermasyarakat.

Sekretaris DPC PPP Jepara, Agus Sutisna, menjelaskan bahwa Back to Pesantren merupakan salah satu program kerja partai yang dijalankan untuk menjaga hubungan dengan lingkungan pesantren sebagai bagian penting dari sejarah dan perjalanan PPP.

“Ini merupakan salah satu rangkaian program kerja DPC PPP Jepara. Sesuai dengan arahan pimpinan pusat, kami tidak boleh terlepas dari pondok pesantren yang menjadi bagian dari asal-usul dan cikal bakal perjalanan PPP. Hubungan tersebut harus terus dirawat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata,” kata Agus.

Ia menambahkan, kegiatan kembali ke pesantren tidak hanya berorientasi pada pendidikan politik, tetapi juga memberikan wawasan teknologi yang semakin dibutuhkan generasi muda.

“Santri hari ini perlu memiliki bekal yang beragam. Selain pendidikan agama dan pemahaman politik, mereka juga perlu mengenal perkembangan teknologi, termasuk AI. Harapannya, pengetahuan ini dapat dimanfaatkan secara positif untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.

Pelatihan AI menjadi salah satu bagian kegiatan yang memperkenalkan santri pada perkembangan teknologi digital. Di tengah perubahan cara belajar dan bekerja, pemahaman terhadap teknologi diharapkan dapat membantu peserta mengenali peluang sekaligus menggunakannya secara bijak.

Sementara itu, materi pendidikan politik memberikan ruang bagi para santri untuk memahami kehidupan demokrasi dan peran warga negara. Materi pencegahan perundungan juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan.

Melalui program Back to Pesantren, DPC PPP Jepara berupaya menghubungkan pendidikan politik, penguatan nilai keislaman, dan pengenalan teknologi dalam satu kegiatan. Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menjaga kedekatan dengan pesantren sekaligus membuka ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.(Red -LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *