Sabtu, 15 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
17 Nov 2025 21:10 - 3 menit reading

Museum Kartini Dibuka Gratis hingga 1 Januari 2026, Tampilkan Lima Zona Baru yang Lebih Modern

Views: 186

Liputandesa.id — Jepara [ Pemerintah Kabupaten Jepara resmi membuka Museum Kartini untuk umum tanpa biaya masuk hingga 1 Januari 2026. Kebijakan ini menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperkenalkan wajah baru museum yang telah direvitalisasi dan kini hadir dengan tampilan lebih modern, lengkap, dan interaktif.(17/11/2025).

Kebijakan pembukaan gratis ini dilakukan untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap situs sejarah yang menyimpan warisan pemikiran dan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Museum yang lama dikenal statis kini diubah menjadi ruang edukasi yang hidup dan relevan bagi berbagai kalangan.

Peresmian museum dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Sabtu (15/11/2025) malam. Sehari kemudian, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengumumkan kebijakan pembukaan gratis tersebut dalam rapat koordinasi bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Gedung Shima.

“Mulai hari ini sampai 1 Januari 2026, Museum Kartini dibuka gratis dari pukul 13.00 sampai 17.00 WIB. Kami ingin masyarakat dari berbagai daerah bisa menikmati dan mengenal lebih dekat warisan Kartini,” ujar Bupati Witiarso.

Kunjungan gratis dimulai 17 November 2025 dan berlaku setiap hari pada pukul 13.00–17.00 WIB, hingga 1 Januari 2026.

Museum Kartini berlokasi di kompleks Pendopo Kabupaten Jepara, kawasan pusat pemerintahan yang selama ini menjadi salah satu titik penting sejarah perkembangan Jepara.

Lima Zona Revitalisasi Menghidupkan Kembali Sosok Kartini. Revitalisasi Museum Kartini menghadirkan lima zona tematik yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sejarah yang lebih imersif dan menarik:

Zona Geografis Jepara
Menyuguhkan konteks sosial budaya wilayah Jepara yang membentuk lingkungan tempat Kartini tumbuh.

Zona Keluarga Kartini
Mengisahkan garis keluarga dan kehidupan pribadi RA Kartini, ditampilkan di Ruang Tamu pendopo.

Zona Terbit Terang Pemikiran Kartini
Berada di Ruang Tengah, memuat gagasan, surat-surat, serta kontribusi Kartini dalam perjuangan emansipasi perempuan.

Zona Kartini Berkesenian
Menampilkan kreativitas dan hobi seni Kartini, seperti menggambar dan kerajinan tangan.

Zona Interaksi Pengunjung
Berbasis teknologi interaktif yang memungkinkan pengunjung terlibat langsung melalui aktivitas edukatif modern.

Revitalisasi ini mengubah citra museum dari tempat sunyi dan formal menjadi ruang edukasi yang lebih hidup, egaliter, dan ramah pengunjung.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk menghidupkan kembali daya tarik Museum Kartini sekaligus meningkatkan literasi sejarah masyarakat.

Bupati Witiarso menyebut Jepara memiliki tanggung jawab moral terhadap warisan Kartini sebagai tokoh emansipasi perempuan Indonesia.

“Jepara sebagai tanah kelahiran Kartini punya tanggung jawab moral untuk menjaga peninggalannya. Museum ini bukan hanya aset daerah, tetapi simbol peradaban,” tegasnya.

Pembukaan gratis juga diharapkan mampu:. menarik kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pelestarian museum, menjadikan museum sebagai ruang publik yang aktif dan inklusif.

Proses pengembangan lanjutan Museum Kartini tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Pemerintah daerah menyiapkan skema kolaborasi dengan masyarakat, komunitas budaya, sektor swasta, dan pelaku usaha.

Pendekatan partisipatif ini dipilih untuk memastikan pembangunan museum berjalan berkelanjutan, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan edukasi generasi muda.

Dengan fasilitas baru, penyajian modern, serta akses gratis hingga awal 2026, Museum Kartini diproyeksikan menjadi ikon sejarah dan kebudayaan baru Kabupaten Jepara. Pemerintah daerah berharap momentum ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menumbuhkan kembali rasa memiliki masyarakat terhadap museum yang menjadi simbol identitas Jepara sebagai kota berbudaya.

(Mskr LD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *