Senin, 17 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Hukum Jepara Redaksi
9 Okt 2025 07:56 - 3 menit reading

Diduga Proyek Rabat Beton Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Pule Belum Genap Setahun Sudah Rusak Parah

Views: 118

Liputandesa.id — Jepara [ Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di RT 01 RW 02 Desa Pule, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, yang dikerjakan oleh CV Nakula pada tahun 2024 dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Jepara tahun 2024, selaku pengampu atau penanggung jawab Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara, pagu nilai Rp190 juta, diduga dikerjakan asal-asalan, terindikasi dugaan anggaran menguap. Dampak belum genap satu tahun sejak pembangunan selesai, kondisi rabat beton tersebut kini rusak parah dan pecah di beberapa titik.(10/10/2025).

Kerusakan itu terungkap setelah tim media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan investigasi lapangan pada Selasa (16/9/2025), menindaklanjuti laporan warga setempat. Dari hasil pantauan, terlihat beton pecah, tambalan tidak merata, dan struktur permukaan jalan mulai terkelupas.

Salah satu perangkat Desa Pule yang ditemui awak media di balai desa mengakui bahwa pihak desa sudah menegur pelaksana proyek sejak tahap pengerjaan karena hasilnya dinilai tidak sesuai spesifikasi, pekerjaan sebelum diserahkan sudah rusak.

“Kami sudah pernah menegur pihak pelaksana CV Nakula saat proyek masih dikerjakan, tapi hanya ditambal seadanya dan hasilnya tetap tidak maksimal,” ungkapnya, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, indikasi ketidaksesuaian mutu kuwalitas ini juga terlihat dari prasasti proyek yang tidak mencantumkan panjang, lebar, dan tebal (PxLxT) jalan, serta volume pekerjaan secara rinci. Hal ini menimbulkan dugaan adanya indikasi penyimpangan anggaran terjadi kelalaian teknis dalam pelaksanaan proyek mengakibatkan dugaan kerugian Pemerintah.

Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara yang dikonfirmasi perangkat desa telah menerima laporan resmi terkait kerusakan tersebut.

“Kami sudah sampaikan langsung ke DKPP, dan Kadis berjanji akan meninjau lokasi serta memerintahkan pihak pelaksana untuk segera memperbaiki. “Ujarnya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media bersama salah satu anggota organisasi masyarakat (Ormas) ke kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara berulang kali tidak membuahkan hasil.

Awak media bertujuan meminta keterangan dan klarifikasi dari pihak DKPP. ” Namun hingga beberapa kali kunjungan, tidak ada pihak DKPP yang bersedia menemui atau memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya publik mengenai transparansi dan keterbukaan informasi di lingkungan DKPP Jepara, mengingat konfirmasi merupakan bagian penting dari prinsip pemberitaan berimbang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Nakula selaku kontraktor pelaksana dan pihak DKPP belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan kerusakan proyek tersebut.

Masyarakat berharap DKPP Kabupaten Jepara dan pemerintah daerah bertindak tegas dengan memperketat pengawasan terhadap kualitas dan spesifikasi teknis pekerjaan agar proyek infrastruktur benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Jalan ini sangat penting bagi warga untuk mengangkut hasil bumi. Kami berharap perbaikannya dilakukan sesuai standar agar tidak cepat rusak lagi,” pungkas perangkat desa Pule. Red.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *