Minggu, 28 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Hukum Jepara Redaksi
29 Jun 2025 19:22 - 2 menit reading

Musibah Tertimpa Pohon Kersen Tumbang Di Mantingan Jepara, Satu Pengendara Dilarikan Ke RSUD Kartini

Views: 69

Liputandesa.id — Jepara [  Insiden pohon tumbang terjadi di RT 16 RW 05, blok Dukoh, Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Minggu pagi (29/6/2025). Pohon Kersen berukuran besar roboh tepat sebelum turunan menuju area Makam Mantingan, mengagetkan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Menurut keterangan saksi mata, Dito, warga Desa Ngabul, kejadian tersebut diduga dipicu oleh tiupan angin kencang. “Iya, itu pohon tumbang. Kayaknya karena angin kencang. Ada dua pengendara sepeda motor yang sempat pingsan,” ujarnya.

Sebuah mobil Honda Mobilio abu-abu milik warga Desa Plajan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat tertimpa batang pohon. Beruntung, pengemudi mobil selamat tanpa luka berarti.

Seorang pengendara sepeda motor Vega merah asal Desa Ngasem mengalami luka dan sempat tak sadarkan diri, lalu segera dilarikan ke RSUD Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Desa Mantingan, Mohamad Syafi’i, membenarkan kejadian tersebut. “Ya, pohon kersen tumbang. Yang membawa mobil warga Plajan, sedangkan pengendara motor dari Desa Ngasem. Alhamdulillah, tim Mantab (Mantingan Tanggap Bencana) langsung sigap menangani pohon tumbang,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan informasi awal dari anggota Linmas, Mas Hadi, bahwa mobil tersebut sedang dalam perjalanan menuju makam di dekat lokasi kejadian. “Atap mobil rusak, tapi pengemudinya dalam kondisi baik,” tambahnya.

Pemerintah Desa Mantingan bersama aparat terkait menghimbau warga agar lebih waspada saat melintas di daerah yang banyak ditumbuhi pohon besar, khususnya saat musim hujan dan angin kencang.

Dinas terkait diharapkan segera melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon tua yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana, baik secara individu maupun di tingkat desa. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan potensi bahaya lingkungan agar dapat ditangani sebelum menyebabkan korban.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *