
Liputandesa.id — Jepara [ Alun-alun 1 Jepara kembali menjadi saksi lahirnya gebrakan baru dalam dunia kreatif daerah melalui perhelatan Jepara In Fashion (JIF) 2025. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara, yang tahun ini mengusung tema besar “Sentuhan Seni, Gaya Mendunia”.
Jepara In Fashion (JIF) 2025 menjadi wadah bagi para seniman, desainer, dan pelaku usaha kreatif untuk menampilkan karya terbaik mereka. Acara ini menggabungkan pertunjukan busana, bazar UMKM, hingga pameran otomotif dan pertunjukan komunitas seni lokal.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, dengan dukungan penuh dari Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit. Ribuan masyarakat, pelaku usaha mikro, desainer lokal, komunitas seni, dan tokoh-tokoh daerah turut ambil bagian dalam perayaan ini.

JIF 2025 digelar bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Jepara pada bulan April 2025. Puncak acaranya dilaksanakan di Alun-alun 1 Jepara, berbarengan dengan momentum peringatan HUT ke-146 R.A. Kartini.
Seluruh rangkaian acara berlangsung di Alun-alun 1 Jepara, yang disulap menjadi pusat kegiatan budaya, mode, dan ekonomi kreatif selama festival berlangsung.
Melalui JIF 2025, Pemerintah Kabupaten Jepara bertujuan: Menegaskan Jepara sebagai pusat kreativitas dan budaya nasional. Memberikan ruang ekspresi bagi para talenta lokal. Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM. Mempererat identitas budaya Jepara di tengah globalisasi.
Dalam sambutannya, Bupati Jepara, Mas Wiwit, menegaskan pentingnya ruang bagi kreativitas masyarakat.
“Jepara tidak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah ruang, dukungan, dan kesempatan. JIF adalah wujud nyata dari semua itu,” ujarnya.
Pelaksanaan JIF 2025 berlangsung meriah dengan berbagai program, Fashion Show: Menampilkan karya para desainer yang memadukan wastra Jepara dengan tren mode dunia.
Bazar UMKM, Puluhan stand menampilkan kerajinan tangan, kuliner tradisional hingga produk inovasi modern.
Pertunjukan Seni, Parade komunitas seperti Kartini Menari, musik lokal, hingga pameran otomotif dan busana pengantin.
Kampanye Inklusivitas, Melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat, dari pelajar, komunitas seni, hingga pelaku usaha kecil.
Momentum ini juga dijadikan refleksi untuk meneruskan semangat perjuangan R.A. Kartini di era modern. Mas Wiwit mengajak perempuan muda Jepara untuk lebih berani berkreasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Semangat Kartini adalah semangat perubahan. Kini saatnya kita lanjutkan perjuangan itu melalui kreativitas, inovasi, dan kolaborasi,” tegasnya.
Melalui Jepara In Fashion 2025, Kabupaten Jepara tidak hanya merayakan masa lalu, melainkan juga menatap masa depan: membangun Jepara yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing global, dengan tetap berakar pada budaya lokal. Red.
Sumber : Kominfo