Minggu, 08 Nov 2026
Home
Search
Menu
Share
More
8 Nov 2026 16:49 - 3 menit reading

Cetak Pemimpin Muda Berintegritas, Agus Sutisna Bekali Kader IPNU-IPPNU Tahunan

Views: 20

JEPARA [ Liputandesa.id – Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Dr. H. Agus Sutisna, S.H., M.H., mengajak kader muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, serta berorientasi pada pengabdian.

Pesan tersebut disampaikan Agus Sutisna saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Kader Muda (LAKMUD) PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Tahunan, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Ayo Ngaji, Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, tersebut mengangkat tema “Akselerasi Kader Intelektual Adaptif dan Progresif”.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan materi Kepemimpinan 2 dengan mengajak peserta memahami bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kedudukan dalam organisasi. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan kemampuan mengarahkan, menggerakkan, dan memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu memberikan keteladanan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menyampaikan instruksi kepada anggota.

“Pemimpin itu bukan hanya orang yang memiliki jabatan atau kewenangan. Pemimpin adalah orang yang mampu memberikan pengaruh, menggerakkan orang lain, dan bersedia mengambil tanggung jawab. Jangan hanya pandai memerintah, tetapi harus siap hadir dan bekerja bersama,” ungkap Agus.

Ia juga mengajak para kader untuk mengenali berbagai model kepemimpinan, mulai dari otoriter, demokratis, bebas, hingga kepemimpinan yang melayani (servant leadership). Setiap model memiliki karakteristik dan penerapan yang berbeda sesuai dengan situasi organisasi.

Namun, Agus menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan, keterbukaan terhadap kritik, serta kemampuan mendengarkan aspirasi anggota.

Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti IPNU dan IPPNU merupakan ruang pembelajaran untuk membentuk kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, membangun kerja sama, dan mengelola tanggung jawab.

Dalam materinya, Agus turut mengaitkan nilai kepemimpinan dengan keteladanan Rasulullah SAW melalui empat sifat utama, yakni shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas).

Nilai tersebut, lanjutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan organisasi, termasuk dalam pengelolaan kegiatan, penyampaian informasi, pembagian tugas, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Selain itu, ia mengingatkan kader untuk menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan dalam berorganisasi. Prinsip tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh perlu diwujudkan melalui sikap moderat, seimbang, adil, serta menghargai perbedaan pendapat.

“Berorganisasi itu adalah proses belajar. Jangan takut mengambil tanggung jawab, jangan alergi terhadap kritik, dan jangan merasa paling benar. Kepemimpinan harus dibangun dengan kejujuran, keadilan, musyawarah, serta semangat melayani. Pemimpin yang baik bukan yang minta dilayani, tetapi yang bersedia berkhidmah,” tegasnya.

Agus juga memberikan sejumlah langkah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan kader, di antaranya membiasakan diri untuk terus belajar, mau mendengarkan orang lain, berani mendelegasikan tugas, mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi persoalan, serta melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan.

Ia mendorong kader IPNU-IPPNU agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika era digital. Kemampuan literasi digital, komunikasi, pengelolaan informasi, hingga kreativitas menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ke depan.

Melalui simulasi penyelesaian persoalan organisasi, peserta juga diajak memahami cara menghadapi konflik internal, mencari solusi ketika kegiatan mengalami kendala pendanaan, serta menyikapi kritik publik secara bijak dan bertanggung jawab.

Agus berharap, LAKMUD tidak hanya menjadi kegiatan formalitas kaderisasi, tetapi mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Mulailah memimpin dari hal-hal kecil. Disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai sesama anggota, dan berani memberikan kontribusi. Pemimpin besar lahir dari keberanian mengambil tanggung jawab kecil,” pungkasnya.

Kegiatan LAKMUD PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Tahunan berlangsung pada 6–8 November 2026 dengan sejumlah materi kaderisasi, di antaranya keaswajaan, ke-NU-an, manajemen organisasi, komunikasi dan kerja sama, networking dan lobbying, kepemimpinan, problem solving, manajemen konflik, hingga teknik persidangan.

Melalui rangkaian kaderisasi tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri sekaligus mempersiapkan kader yang berintegritas, bertanggung jawab, serta siap menjadi penggerak organisasi dan masyarakat.(Red-LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *