Senin, 02 Nov 2026
Home
Search
Menu
Share
More
1 Nov 2026 21:46 - 4 menit reading

Octofest 2026 Resmi Dibuka, Ketua DPRD Jepara Dorong Mebel Dan Ukir Tembus Pasar Global

Views: 73

Liputandesa.id [ JEPARA– Upaya memperkuat posisi Jepara sebagai pusat industri mebel dan seni ukir dunia kembali mendapat momentum. Melalui Octofest 2026, Pemerintah Kabupaten Jepara mempertemukan potensi perajin lokal, kreativitas industri, dan peluang pasar internasional dalam satu ruang promosi.

Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, menghadiri sekaligus membuka secara resmi Octofest 2026 yang mengusung konsep *Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition*, di Kawasan Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Sabtu (31/10/2026).

Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian festival yang berlangsung hingga 5 November 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat promosi produk mebel dan seni ukir sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin dan pelaku industri kreatif.

Octofest 2026 juga merupakan bagian dari 28 Program Unggulan Bupati Jepara, yakni Pasar Mebel Jepara. Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan daerah sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan calon pembeli dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Sebanyak 117 showroom perajin turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pemerintah daerah memfasilitasi 50 stan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) mebel dan ukir yang tergabung dalam Paguyuban Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo serta berbagai organisasi dan asosiasi industri di Kabupaten Jepara.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan bahwa Octofest bukan sekadar kegiatan pameran, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan industri mebel dan seni ukir Jepara.

Menurutnya, Jepara memiliki modal besar berupa sejarah panjang, keterampilan perajin, serta kualitas produk yang telah dikenal luas. Namun, kekuatan tersebut perlu diikuti dengan inovasi, penguatan pemasaran, dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar global.

“Jepara memiliki identitas yang kuat melalui seni ukir dan industri mebelnya. Ini merupakan warisan sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat yang harus terus kita jaga. Melalui Octofest, kita ingin produk-produk Jepara semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar yang lebih luas, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Agus.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, asosiasi industri, pelaku usaha, dan para perajin. Menurutnya, pengembangan industri mebel tidak cukup hanya dengan kegiatan promosi, tetapi harus disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi desain, kualitas produksi, serta kemudahan akses pasar.

“Yang harus kita dorong bukan hanya bagaimana produk ini dipamerkan, tetapi bagaimana setelah pameran para perajin mendapatkan peluang usaha yang nyata. Kita ingin industri mebel Jepara terus tumbuh, memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menjadi ajang pameran produk, Octofest 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku industri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jepara.

Agenda tersebut meliputi Festival Tukang, pelatihan ekspor, demonstrasi seni ukir, kompetisi Festival Seni Ukir, hingga fashion show hasil kolaborasi Dekranasda Kabupaten Jepara, Paguyuban Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, serta asosiasi pelaku usaha di Kabupaten Jepara.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian festival ini adalah kunjungan sekitar 20 duta besar beserta rombongan yang dijadwalkan pada 4 November 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi industri mebel dan seni ukir Jepara kepada perwakilan negara sahabat, sekaligus membuka peluang kerja sama dan perluasan pasar internasional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, yang hadir mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa Octofest bukan sekadar pameran produk mebel dan kerajinan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan manifestasi keteguhan, kreativitas, serta identitas budaya masyarakat Jepara yang selama ini dikenal sebagai pusat seni ukir dunia.

Menurutnya, melalui Octofest, Jepara ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional, bahwa daerah ini tetap memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan melestarikan tradisi seni ukir sebagai warisan budaya.

“Harapan kita, kegiatan ini bisa menyampaikan pesan kepada dunia luar bahwa Jepara masih memiliki komitmen kuat untuk menjaga tradisi seni ukir. Ini merupakan tradisi adiluhung yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Mebel Jepara di Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo merupakan bagian dari upaya meningkatkan promosi industri serta produk seni ukir dan mebel Jepara.

Keterlibatan 117 showroom dan fasilitasi 50 stan bagi pelaku IKM menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi para perajin. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.

Octofest 2026 terbuka untuk masyarakat umum, pencinta seni, desainer interior, pelaku usaha, hingga calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Bagi Jepara, tantangan industri mebel dan seni ukir saat ini bukan hanya mempertahankan reputasi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Lebih dari itu, bagaimana tradisi tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan desain, teknologi produksi, dan kebutuhan pasar internasional.

Melalui Octofest 2026, Jepara berupaya mempertemukan warisan budaya dengan peluang ekonomi. Harapannya, seni ukir tidak hanya menjadi kebanggaan sejarah, tetapi juga terus menjadi sumber penghidupan masyarakat dan kekuatan industri daerah yang mampu bersaing di pasar dunia.(Red-LD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *