
Liputandesa.id / Jepara – Belum tahu ya, tentang Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Ternyata Desa tersebut cukup terkenal dengan adat / tradisi unik, sebagian warga masyarakat menyebutnya Tradisi Prasah yaitu pemberian maskawin atau seserahan berupa seekor kerbau dari pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan.
Asal-usul Tradisi Prasah (maskawin berupa kerbau) merupakan sebuah cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, dan dinilai memiliki dua versi, dari legenda sejarah kerajaan dan kisah kepedulian sosial seorang tokoh desa.
Versi (1) Legenda Jaka Tingkir (Kisah Keberanian)
Cerita rakyat paling populer mengaitkan tradisi ini dengan kisah Jaka Tingkir (mas Karebet) dari era Kerajaan Demak. Konon, Jaka Tingkir berhasil menjinakkan dan menyelamatkan Sultan Trenggana (Sultan Demak ketiga) dari amukan seekor kerbau yang mengamuk. Dan sebagai wujud terima kasih atas keberanian serta jasanya, Sultan Trenggana kemudian menikahkan Jaka Tingkir dengan putrinya, Ratu Mas Cempaka.
Dari kisah kepahlawanan dan hadiah pernikahan tersebut masyarakat Sidigede terinspirasi dan mulai mengadopsi kerbau dalam proses pernikahan. Dan kalangan masyarakat menilai Kerbau sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab seorang pria yang siap melindungi dan menghidupi istrinya.
Versi (2) Kisah Mbah Simin (Kisah Empati Sosial) ;
Dalam catatan sejarah lokal lain menganggap kalau tradisi ini lahir dari buah pemikiran seorang tokoh masyarakat Desa Sidigede purba bernama Mbah Simin bin Radin.
Dimana suatu hari, Mbah Simin merasa iba melihat salah seorang warga desa yang bekerja keras sebagai buruh ternak kerbau namun hidup serba kekurangan. Didorong rasa empati untuk membantu mengangkat derajat ekonomi sesama warga, Mbah Simin berinisiatif membeli seekor kerbau untuk dijadikan barang seserahan atau maskawin saat ada pernikahan.
Langkah sosial ini kemudian diikuti oleh warga lain, lalu lambat laun mengkristal menjadi sebuah hukum adat atau kearifan lokal yang wajib dipenuhi oleh pemuda Desa Sidigede yang ingin meminang gadis setempat.
*Apa Keunikan Tradisi Prasah di Desa Sidigede*
– Bentuk Seserahan;
Mempelai pria diharuskan menyerahkan seekor kerbau hidup sebagai bagian dari mahar atau tradisi leluhur saat pernikahan (bagi yang mampu).
– Makna Budaya;
Tradisi ini menjadi simbol status sosial, kehormatan, serta wujud kesungguhan dan tanggung jawab pihak laki-laki kepada keluarga perempuan.
– Warisan Turun – Temurun;
Kebiasaan ini sudah dijaga oleh masyarakat setempat sejak lama dan menjadi ciri khas pembeda dengan desa lainnya di Jepara.
Menurut keterangan yang disampaikan Kepala Desa (Petinggi) Sidigede, Abdul Hakim menjelaskan memang yang disampaikan itu adalah benar adanya, dan warga masyarakat setempat atau sebagian warga Sidigede mengaitkan sebuah kisah kerajaan demak, dan sebagian mengaitkan dengan kisah keteladanan seorang tokoh desa tersebut.
“Namun, hal itu bisa dilakukan bagi yang punya uang dan atau yang memiliki Nadzar. Dan kisah dari desa Sidigede tersebut juga pernah dikonfirmasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Jepara,” ujar Petinggi. Selasa (6/10/2026) pagi.
(Yusron)