Kamis, 27 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
26 Agu 2026 15:16 - 2 menit reading

Pemkab Jepara Percepat Pembangunan Sumur Bor Dan Pipanisasi Untuk Atasi Kekeringan

Views: 10

Liputandesa.id [ JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mempercepat upaya penanganan kekeringan dan kelangkaan air bersih pada musim kemarau melalui pembangunan sumur bor, jaringan pipanisasi, serta distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara menyeluruh dengan menetapkan wilayah prioritas.

Hal itu disampaikan Arwin saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Jepara, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, program penyediaan air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah yang telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

“Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Jepara melalui APBD dengan sejumlah CSR perusahaan, seperti Bank Jateng, BKK, dan PT Telkom Indonesia,” ujar Arwin.

Untuk tahun ini, dukungan CSR Bank Jateng akan diarahkan ke lima desa, yakni Clering, Cepogo, Banjaran, Kepuk, dan Tunahan.

Program tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1.760 kepala keluarga.

Selain dukungan CSR, Pemkab Jepara melalui APBD 2026 mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1 miliar untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih. Anggaran tersebut ditambah CSR Bank Jateng sebesar Rp300 juta untuk pembangunan jaringan.

Arwin berharap pembangunan infrastruktur air bersih tersebut mampu menjadi solusi jangka panjang.

“Kita harapkan di 2027 nanti sudah tidak ada lagi lokasi-lokasi kekeringan, termasuk di Karimunjawa,” katanya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek, BPBD masih melakukan distribusi air bersih menggunakan truk tangki.

Sejak Juli 2026, sebanyak 54 truk tangki telah dikerahkan untuk menyalurkan sekitar 216 ribu liter air bersih ke Desa Kedungmalang, Tunahan, dan Sumberrejo.

Arwin menegaskan distribusi tersebut bersifat sementara sampai persoalan utama ketersediaan air di masing-masing wilayah dapat ditangani.

Di Desa Kedungmalang, misalnya, Perumda Air Minum tengah melakukan perbaikan kebocoran pipa dan pompa. Pelayanan air di wilayah tersebut disebut mulai berangsur membaik.

“Jadi, mari berkolaborasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha agar masalah kekeringan ini dapat teratasi secara paripurna,” pungkasnya. (DiskominfoJepara/YFR) Red-LD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *