Kamis, 27 Agu 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah
26 Agu 2026 15:10 - 2 menit reading

54 Truk Tangki Salurkan 216 Ribu Liter Air Bersih Di Jepara

Views: 25

Liputandesa.id [ JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Sejak Juli 2026, sedikitnya 54 truk tangki telah dikerahkan untuk menyalurkan sekitar 216 ribu liter air bersih kepada masyarakat di tiga desa.
Ketiga wilayah tersebut yakni Desa Kedungmalang, Tunahan, dan Sumberrejo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan distribusi air bersih merupakan langkah jangka pendek sembari pemerintah menyelesaikan persoalan ketersediaan air di masing-masing wilayah.

“Distribusi air bersih ini sifatnya sementara hingga persoalan utama di masing-masing wilayah dapat diselesaikan,” kata Arwin saat ditemui di Kantor BPBD Jepara, Rabu (26/8/2026).

Di Desa Kedungmalang, misalnya, persoalan pelayanan air bersih berkaitan dengan adanya kebocoran pipa dan gangguan pompa.

Perumda Air Minum saat ini melakukan perbaikan terhadap jaringan tersebut. Kondisi pelayanan air di wilayah itu disebut mulai menunjukkan perbaikan.

Di sisi lain, Pemkab Jepara tidak hanya mengandalkan penanganan darurat. Pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor dan jaringan pipanisasi.

Melalui APBD 2026, Pemkab Jepara mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan sumur dan jaringan air bersih. Pemerintah juga memperoleh dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp300 juta.

Program tersebut akan diarahkan ke sejumlah desa prioritas, termasuk Clering, Cepogo, Banjaran, Kepuk, dan Tunahan.

Arwin berharap pembangunan infrastruktur air bersih dapat mengatasi persoalan kekeringan secara permanen.
“Kita harapkan di 2027 nanti sudah tidak ada lagi lokasi-lokasi kekeringan, termasuk di Karimunjawa,” ujarnya.

Ia mengajak dunia usaha dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam mengatasi persoalan kekeringan.
“Jadi, mari berkolaborasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha agar masalah kekeringan ini dapat teratasi secara paripurna,” pungkasnya.( Red-LD ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *