
Liputandesa.id — Jepara [ Pemerintah Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi 2026 sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para leluhur desa.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan ziarah ke makam para sesepuh Desa Gemulung. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan serta doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan rezeki, dan kehidupan yang lebih baik ke depan, sejalan dengan harapan āgemah ripah loh jinawi.ā
Usai prosesi doa, acara dilanjutkan dengan selamatan dan makan bersama di Sendang Kamulyan, yang oleh masyarakat setempat dianggap memiliki nilai sejarah dan spiritual. Kebersamaan warga tampak kental dalam momentum ini, mempererat tali silaturahmi antarwarga desa.
Puncak acara digelar pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan dalang lokal Ki Hadi Purwanto, membawakan lakon āKongso Adu Jago.ā Pertunjukan ini menjadi daya tarik tersendiri sekaligus upaya melestarikan seni budaya tradisional Jawa.
Petinggi Desa Gemulung, H. Ahmad Santoso, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan agenda rutin desa yang sarat makna.
āKegiatan ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan nikmat yang diberikan kepada masyarakat Desa Gemulung,ā ujarnya, Sabtu (25/04/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan rangkaian acara tersebut.
āKami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Gemulung. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan,ā pungkasnya.
Tradisi Sedekah Bumi ini tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga momentum menjaga kearifan lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat desa di tengah arus modernisasi.
Gun JPR