
Jepara – Liputandesa.id [ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali melaksanakan program rutin bertajuk “Jum, at Berangkat” pada Jumat, (25 Juli 2025 ). Kali ini, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Pakis Aji, dengan agenda kunjungan ke sejumlah tempat ibadah lintas agama, yakni agama Buddha, Hindu, dan Kristen.26/07/2025.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara didampingi oleh Wakil Bupati, bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, Camat Pakis Aji, serta seluruh Petinggi desa se-Kecamatan Pakis Aji.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat toleransi antarumat beragama, sekaligus sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam merawat kerukunan sosial dan budaya di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir untuk semua. Jepara adalah miniatur Indonesia, penuh keberagaman, dan itu harus kita jaga bersama,” ujar Bupati Jepara dalam sambutannya saat mengunjungi salah satu vihara di desa setempat.

Rombongan pejabat daerah mengunjungi beberapa tempat ibadah, di antaranya Vihara (umat Buddha) Gronggong Desa Tanjung, Pura (umat Hindu) Giri tungka Desa Plajan, dan Gereja (umat Kristen) di Suwawal Timur, yang tersebar di wilayah Kecamatan Pakis Aji. Masing-masing tempat ibadah menyambut hangat kedatangan rombongan, yang juga disambut oleh tokoh-tokoh agama setempat.
Selain Bupati dan Wakil Bupati Jepara, kegiatan ini juga yang dihadiri melibatkan Forkopimda Kabupaten Jepara, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Pakis Aji, Para petinggi desa se-Kecamatan Pakis Aji, Tokoh-tokoh agama dan pemuka masyarakat lintas iman.
Acara berlangsung sejak pagi hari hingga menjelang siang. Setiap kunjungan ke tempat ibadah diisi dengan dialog antarumat beragama, doa bersama, serta penyerahan bantuan simbolis dari pemerintah kepada pengurus tempat ibadah.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Para tokoh agama menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Jepara yang secara aktif membangun komunikasi dan kepedulian lintas keyakinan.
Kegiatan “Jum,at Berangkat” kali ini menegaskan komitmen Pemkab Jepara dalam membangun toleransi, moderasi beragama, serta persatuan antarwarga di tengah era yang rawan disinformasi dan polarisasi.
“Dengan kunjungan ini, kami ingin menguatkan pesan bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan pemisah. Pemerintah daerah punya tanggung jawab moral untuk memelihara perdamaian di akar rumput,” kata Wakil Bupati Jepara.
Program “Jum,at Berangkat” telah menjadi ciri khas kepemimpinan Pemkab Jepara yang humanis dan inklusif. Kegiatan semacam ini diharapkan terus berlanjut sebagai bentuk konkret penguatan nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat Jepara.Red.