Sabtu, 27 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Jepara Politik Redaksi
14 Jul 2025 17:32 - 2 menit reading

Ketua DPRD Jepara Kunjungi Keluarga Korban Tenggelam Di Pantai Bondo, Menyampaikan Belasungkawa Mendalam Dan Menyerahkan Bantuan

Views: 455

Liputandesa.id – Jepara, [  Suasana duka masih menyelimuti keluarga Maulana Yoga Saputra, pelajar asal Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, Jepara, yang menjadi korban tenggelam di Pantai Bondo pada Jumat (11/7/2025). Menyampaikan empati dan dukungan, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, bersama perwakilan Dinsospermasdes, melakukan kunjungan langsung ke rumah duka, Senin (14/7/2025).

Dalam kunjungannya, Agus Sutisna menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerahkan sejumlah bantuan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah yang mengguncang masyarakat.

“Duka ini bukan hanya milik keluarga, tapi juga duka kita bersama. Kami hadir untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam,” ujar Agus.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 17.20 WIB di Pantai Ombak Mati, Desa Bondo, Kecamatan Bangsri. Menurut laporan resmi yang diteruskan hingga ke BPBD Provinsi Jawa Tengah, insiden bermula saat rombongan santri dari Pondok Pesantren Miftakhul Ma’rifat yang berjumlah 10 orang sedang berenang di pantai.

Dua orang terseret arus dan berteriak minta tolong. Salah satu rekan mereka, Maulana Yoga Saputra, berupaya menolong, namun justru ikut menjadi korban tenggelam. Ketiganya segera dievakuasi ke Puskesmas Bangsri oleh warga dan rekan-rekan mereka. Sayangnya, Maulana Yoga meninggal dunia dalam perjalanan.

Identitas Korban Korban Meninggal Dunia. Maulana Yoga Saputra (16), lahir di Jepara, 10 Juli 2008, warga Desa Banjaragung RT 01 RW 01, Kecamatan Bangsri.

Korban Selamat, Muhammad Abid Mutholibin, pelajar asal Desa Papasan, Bangsri. Muhammad Ibnu Raffi (17), pelajar asal Bandung, Jawa Barat.

Dua dokter dari Puskesmas Bangsri menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hasil ini juga disaksikan langsung oleh pihak keluarga. Saksi mata di lokasi, Arfandi (40) dan Aldo Mahendra (26), menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kecelakaan laut akibat kondisi arus yang kuat saat itu.

Pemerintah melalui dinas terkait dan aparat telah melakukan langkah-langkah cepat, mulai dari pengumpulan data korban, pendampingan psikologis bagi keluarga, hingga koordinasi dengan kepolisian setempat. Tragedi ini menjadi momentum bagi DPRD dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem keselamatan wisata di wilayah pesisir Jepara.

Agus Sutisna menyatakan, pihaknya akan mendorong evaluasi total terhadap pengelolaan kawasan wisata, terutama pantai yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus pastikan kejadian ini tidak terulang kembali,” tegasnya.Red.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *