
Camat Pecangaan Yeni Yahya Hasan Ahmad Shofi, S.STP., M.H melakukan jemput bola ke rumah warga binaannya, sosialisasi calon murid Sekolah Rakyat.
Liputandesa.id | Jepara – Pemerintah Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Camat Pecangaan, Yeni Yahya Hasan Ahmad Shofi, S.STP., M.H., turun langsung melaksanakan kegiatan jemput bola sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk menjangkau anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 yang berpotensi menjadi peserta program tersebut.
Kegiatan ini dilakukan di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Pecangaan dengan melibatkan pemerintah desa, perangkat kecamatan, pendamping sosial, serta unsur terkait. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan karena kurangnya informasi atau kendala administrasi.
Program jemput bola ini menjadi bentuk nyata pelayanan publik yang proaktif. Pemerintah kecamatan tidak hanya menunggu masyarakat datang mengajukan diri, tetapi mendatangi langsung calon penerima manfaat untuk melakukan pendataan, verifikasi, sekaligus memberikan penjelasan mengenai persyaratan dan mekanisme seleksi Sekolah Rakyat.

Camat Pecangaan Yeni Yahya Hasan Ahmad Shofi, S.STP., M.H melakukan jemput bola ke rumah warga binaannya, sosialisasi calon murid Sekolah Rakyat.
Menurut Camat Pecangaan, pendekatan langsung kepada masyarakat diperlukan agar sasaran program benar-benar tepat. Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak.
Selain memberikan sosialisasi, tim juga melakukan pencocokan data dengan kondisi riil di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa calon peserta benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan pemerintah, sehingga penyaluran manfaat program berlangsung tepat sasaran.
Dari hasil penjangkauan awal, pemerintah kecamatan menemukan masih ada masyarakat yang belum memahami keberadaan maupun tujuan Program Sekolah Rakyat. Karena itu, sosialisasi dilakukan secara intensif agar informasi dapat diterima secara utuh oleh warga dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Meski demikian, pelaksanaan program tetap memerlukan pengawasan dari seluruh pihak. Transparansi dalam proses pendataan, verifikasi, hingga penetapan peserta menjadi faktor penting agar tidak terjadi kekeliruan, penyalahgunaan data, maupun masuknya penerima yang tidak memenuhi persyaratan.
Pengawasan dari pemerintah daerah, pendamping sosial, pemerintah desa, hingga masyarakat diharapkan mampu menjaga integritas program sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem maupun keluarga rentan miskin yang membutuhkan dukungan negara.
Program Sekolah Rakyat sendiri diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaannya.
Dengan turun langsung ke lapangan, Camat Pecangaan menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak hanya dilakukan dari balik meja. Pendekatan jemput bola menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarganya. ( Red-LD).