Senin, 15 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
15 Jun 2026 11:47 - 3 menit reading

Jepara Masuk Calon Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi Berdasarkan Assesmen Kemendikdasmen

Views: 11

Liputandesa.id — Jepara [ Kabupaten Jepara masuk dalam calon lokasi prioritas penyelenggaraan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi lapangan yang dilakukan Pemerintah Pusat terhadap lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Kepastian masuknya Jepara dalam calon lokasi prioritas SNT 2026 disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat Forum Koordinasi Penetapan Lokasi Penyelenggaraan SNT Tahun 2026 di Tangerang, 10–12 Juni 2026. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mas Wiwit mengatakan proses asesmen dan verifikasi dilakukan Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar dalam penentuan calon lokasi prioritas penyelenggaraan program.

“Berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi lapangan, lokasi yang diusulkan oleh Pemkab Jepara termasuk dalam calon lokasi prioritas SNT Tahun 2026,” ujarnya didampingi Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini.

Ia berharap proses penetapan lokasi dapat berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Kehadiran SNT dinilai dapat memperluas akses pendidikan bermutu bagi siswa berprestasi di Kabupaten Jepara. “Kami berharap Jepara dapat memperoleh kepercayaan sebagai lokasi SNT 2026. Kehadiran sekolah ini diharapkan memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak berprestasi dari seluruh wilayah Jepara,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Jepara Ratib Zaini mengatakan lokasi yang diusulkan berada di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji. Kawasan tersebut berada berdekatan dengan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang sedang disiapkan pemerintah.

Menurut dia, lokasi tersebut memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Persyaratan itu meliputi status lahan yang jelas, kondisi topografi yang layak, akses yang mudah dijangkau, serta lingkungan yang aman dan mendukung kegiatan belajar.
Sementara itu Kepala Bidang Sekolah Dasar Ahmad Husni Mubarok mengatakan lokasi calon sekolah. Lahan yang diusulkan berstatus milik Pemerintah Kabupaten Jepara dan siap dibangun. “Akses menuju lokasi juga memenuhi ketentuan karena jaraknya sekitar 1,3 kilometer dari permukiman, sedangkan syarat maksimal yang ditetapkan lima kilometer,” ujarnya.

Husni menjelaskan SNT dirancang untuk melayani siswa berprestasi dari seluruh kecamatan tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Konsep tersebut berbeda dengan SR yang diprioritaskan bagi anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.

Menurut dia, SNT bersifat inklusif dan bebas pungutan biaya. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari berbagai kelompok masyarakat. “SNT memiliki sasaran yang berbeda dengan SR maupun Sekolah Unggulan Garuda. Program ini ditujukan bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan sekolah tersebut dirancang menggunakan kombinasi kurikulum nasional dan internasional. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium berstandar internasional, perpustakaan modern, pusat pengembangan guru, sarana olahraga, hingga layanan transportasi siswa. “SNT ditujukan untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi. Sekolah ini juga dirancang menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya,” tuturnya. (DiskominfoJepara/AP)Red-LD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *