
Liputandesa.id — Jepara [ Seorang anggota Linmas bernama Iwan (38) menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas pengamanan hiburan organ tunggal lesehan dalam sebuah acara pernikahan pada Selasa, 9/6/2016 di Desa Gemulung RT 01 RW 02, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (13/06/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang melaksanakan tugas pengamanan keramaian, situasi yang semula kondusif mendadak berubah menjadi aksi kekerasan setelah korban diduga dikeroyok oleh sekelompok penonton.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, wajah, hingga berlumuran darah, berdasarkan informasi yang dihimpun, awak media para pelaku penganiayaan menggunakan benda keras seperti gelas dan toples yang berbahan kaca untuk memukul korban, bahkan,saking kerasnya pukulan yang dilayangkan membuat tangan pelaku terluka dan mengeluarkan darah.
“Korban dipukul secara membabi buta menggunakan gelas dan toples kaca akibat nya Luka yang diderita cukup parah sampai tubuh korban berlumuran darah.” Ungkap A.H salah satu saksi.
Tidak berhenti sampai di situ, setelah sempat dievakuasi dan dibawa pulang oleh warga untuk menyelamatkan diri, korban disebut masih dikejar oleh para pelaku penganiayaan.
Korban kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Kartini Jepara, hingga berita ini diturunkan, Iwan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.
Pihak keluarga dan rekan rekan korban menyatakan bahwa identitas para pelaku pengeroyokan telah di identifikasi, mereka berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas agar para pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Ketua Paguyuban Linmas Jepara, Joko Rintono saat di mintai keterangan awak media menyatakn mengecam keras aksi pengeroyokan tersebut, menurutnya tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi.
“Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap anggota Linmas yang sedang bertugas Paguyuban Linmas Jepara akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap seluruh pelaku yang terlibat.” Tegas Joko Rintono.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Linmas dalam setiap kegiatan masyarakat bertujuan membantu menjaga ketertiban dan keamanan, karena itu, tindakan kekerasan terhadap petugas keamanan tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai rasa aman di masyarakat.
Kasus ini kini menjadi perhatian tujuh ribu anggota linmas di jepara dan Paguyuban linmas jepara berharap aparat kepolisian segera menindak lanjuti kasus ini serta melakukan penyelidikan agar dapat memberikan kepastian hukum bagi korban.
Seorang petugas yang sedang menjalankan tugas menjaga keamanan justru menjadi korban kekerasan, maka hukum harus di tegakkan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
GN.Jpr