Senin, 18 Mei 2026
Home
Search
Menu
Share
More
27 Mar 2026 11:07 - 2 menit reading

Tradisi Kirab Kerbau Kembali Digelar, Jadi Daya Tarik Pesta Lomban Jepara

Views: 22

Liputandesa.id — Jepara [ Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menghidupkan tradisi Kirab Kerbau dalam rangkaian Pesta Lomban Syawalan 2026 dengan menghadirkan inovasi baru berupa kirab kerbau bule, Jumat (27/03/2026).

Prosesi budaya ini langsung menyedot perhatian ribuan warga dan menjadi magnet utama dalam perayaan tahunan masyarakat pesisir tersebut.

Kirab dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jobokuto menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di kawasan Rusunawa Jepara dengan jarak tempuh lebih dari satu kilometer. Seekor kerbau bule dengan bobot sekitar 800 kilogram dan usia empat tahun menjadi pusat perhatian sepanjang perjalanan.

Rombongan kirab diikuti langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati M Ibnu Hajar, Sekretaris Daerah Ary Bachtiar, serta jajaran Forkopimda. Puluhan personel TNI-Polri turut dikerahkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.

Saat melintasi kawasan Jembatan Cinta, arak-arakan tampak mengular panjang dengan dominasi warna putih dari kerbau bule yang mencolok di tengah kerumunan warga yang memadati sepanjang rute.

Selain sebagai simbol pelestarian budaya, kirab ini juga berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, khususnya pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi kegiatan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa Kirab Kerbau bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari warisan budaya masyarakat pesisir yang harus dijaga.

“Kirab ini merupakan tradisi yang sarat makna dan menjadi identitas budaya masyarakat pesisir Jepara. Kehadiran kerbau bule melambangkan semangat baru dalam melestarikan tradisi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kirab menjadi bentuk keterbukaan kepada masyarakat, terutama terkait prosesi pelarungan.

“Kerbau yang dilarung merupakan satu kesatuan utuh. Ini bentuk transparansi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tradisi turun-temurun,” jelasnya.

Diketahui, tradisi Kirab Kerbau terakhir digelar pada 2019 dan kembali dilaksanakan pada 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus mendorong sektor pariwisata.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jepara berencana menata pelaksanaan kirab agar lebih optimal dalam menarik wisatawan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pesta Lomban sendiri merupakan tradisi masyarakat pesisir sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan para nelayan.
(Red – LD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *