Senin, 28 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
4 Sep 2025 12:53 - 2 menit reading

TATAH, IFEX, Hingga INDEX Dubai 2026 Jadi Strategi Pemkab Jepara Perkuat Industri Furnitur

Views: 303

Liputandesa.id — Jepara, [ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus menguatkan langkah untuk memperluas pasar produk ukir, mebel, dan furnitur. Tahun 2026 mendatang, Jepara akan mengikuti tiga event penting berskala nasional dan internasional: Pameran Ukir Jepara TATAH 2026, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026, dan Interior Design and Furniture Exhibition (INDEX) Dubai 2026.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan hal tersebut saat Launching Paviliun Jepara di Gedung Shima, Kompleks Setda Jepara, Kamis (4/9/2025). Kegiatan bertajuk Market Entry 2026 ini dihadiri organisasi pelaku usaha mebel dan ukir, antara lain HIMKI Jepara Raya, Kadin, Hipmi, APKJ, Jepara Gerak, dan komunitas ukir lainnya.

TATAH 2026 digelar 17 April – 17 Mei 2026 di Galeri Nasional Jakarta. IFEX 2026 berlangsung 5 – 8 Maret 2026 di ICE BSD, Tangerang. INDEX Dubai 2026 dijadwalkan 2 – 4 Juni 2026 di Dubai World Trade Centre.

Menurut Bupati Witiarso, tiga ajang itu punya nilai strategis. TATAH 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan karya ukir Jepara sebagai seni bernilai tinggi, bukan sekadar produk berbahan kayu. IFEX 2026 mengukuhkan Jepara sebagai pemain utama industri furnitur nasional, sementara INDEX Dubai 2026 menjadi pintu masuk menuju pasar Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).

“Dengan paviliun seluas 400 meter persegi dan partisipasi puluhan perusahaan, kita ingin menunjukkan kesiapan industri furnitur Jepara memenuhi permintaan pasar domestik maupun global. INDEX Dubai sangat penting, karena kawasan MENA punya daya beli tinggi untuk produk furnitur premium. Ini bukan hanya misi dagang, tetapi juga diplomasi ekonomi dan budaya,” tegas Witiarso.

Kepala Disperindag Jepara, Zamroni Lestiaza, menjelaskan Pemkab menyiapkan fasilitasi bagi pelaku usaha. Tahun 2026, sebanyak 20 pelaku usaha akan difasilitasi mengikuti IFEX, meningkat dari 8 pada 2024 dan 10 pada 2025.

Untuk INDEX Dubai 2026, rencananya ada 6 pelaku usaha yang difasilitasi. “Prosesnya melalui kurasi profesional, agar yang lolos benar-benar punya kualitas dan kapasitas produksi sesuai kebutuhan ekspor. Pelaku skala besar juga didorong ikut secara mandiri,” jelas Zamroni.

Ketua DPD HIMKI Jepara Raya, Hidayat Hendra Sasmita, mengapresiasi langkah ini. Ia menilai event TATAH, IFEX, dan INDEX Dubai 2026 akan berdampak besar, baik pada branding Jepara maupun ekonomi lokal.

“Langkah Pemkab sangat membantu, tidak hanya eksportir tapi juga pengrajin dan UMKM agar daya saingnya makin kuat. Jepara semakin layak disebut pusat mebel dunia,” ujarnya. Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *