Minggu, 28 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah Ekonomi Hukum Jepara Redaksi
19 Jul 2025 08:13 - 2 menit reading

Peringati 10 Muharram 1447 H, Warga Dukuh Rambutan Desa Kepuk Adakan Pengajian Dan Santunan Anak Yatim

Views: 327

Liputandesa.id — Jepara [ Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, warga RT 01, 02, 03, dan 04 RW 07 Dukuh Rambuta, Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menggelar acara pengajian umum dan santunan anak yatim/piatu, Jumat malam (18 Juli 2025). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin digelar sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengamalan nilai-nilai keislaman. (19/07/2025).

Warga Dukuh Rambuta melaksanakan pengajian umum yang dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan piatu dari dua wilayah RW, yakni RW 07 dan RW 08. Sebanyak 16 anak yatim piatu menerima santunan dalam kegiatan yang sarat nilai keagamaan dan sosial ini.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan warga setempat, serta turut dihadiri oleh perangkat Desa Kepuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, guru ngaji, ketua RT/RW, kader desa, dan warga dari berbagai kalangan. Kyai Ahmad Ridwan, penceramah dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, hadir memberikan tausiyah dalam acara tersebut.

Acara dipusatkan di halaman Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum, yang terletak di Dukuh Rambuta, Desa Kepuk. Lokasi ini dipilih karena strategis dan menjadi tempat yang representatif untuk menampung jamaah dalam jumlah besar.

Kegiatan digelar pada Jumat malam, 18 Juli 2025 atau bertepatan dengan malam 10 Muharram 1447 H, yang dalam tradisi Islam di Indonesia dikenal sebagai “Lebaran Anak Yatim”.

Pengajian dan santunan anak yatim ini merupakan bentuk rasa syukur menyambut tahun baru Islam, sekaligus meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk menyayangi dan menyantuni anak yatim, terutama pada bulan Muharram. Ketua RW 07, Munandar, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian warga terhadap anak-anak yatim serta sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

“Ini adalah tradisi baik yang harus terus kita lestarikan. Menyantuni anak yatim bukan hanya anjuran agama, tapi juga bentuk tanggung jawab sosial kita sebagai umat dan tetangga,” tegas Munandar.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua RW dan perwakilan tokoh masyarakat. Tausiyah oleh Kyai Ahmad Ridwan menambah kekhusyukan suasana, menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual seputar pentingnya menyambut tahun baru Hijriah dengan amal kebajikan. Selanjutnya, satu per satu anak yatim dipanggil ke depan untuk menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan, disaksikan oleh seluruh warga.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kecintaan warga Desa Kepuk terhadap nilai-nilai keagamaan.Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *