
Liputandesa.id – Jepara [ Dalam sebuah malam penuh makna dan penghormatan terhadap semangat emansipasi, Ketua DPRD Jepara,Rabu, 20/05/2025, Agus Sutisna, menghadiri malam penganugerahan Kartini Award 2025 yang digelar oleh Yayasan Kartini Award di Pendopo Kartini, 29/05/2025.
Salah satu sorotan utama malam itu adalah penghargaan Perempuan Inspiratif di Bidang Politik yang dianugerahkan kepada Nining Fitriani, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jepara. Ia dinilai konsisten memperjuangkan regulasi yang berpihak pada rakyat dan menjadi suara perempuan dalam ruang-ruang kebijakan.
Ketua Yayasan Kartini Award, Winiarto, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi awal dari tradisi baru yang akan digelar setiap dua tahun. Tujuannya bukan sekadar mengenang RA Kartini sebagai tokoh sejarah, melainkan menghidupkan kembali semangat perjuangan perempuan dalam konteks masa kini.

“Kami ingin memberi panggung bagi perempuan-perempuan yang memberi dampak langsung kepada masyarakat,” ungkapnya dalam sambutan.
Kartini Award tahun ini mencakup 10 kategori, mulai dari bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga perempuan penyandang disabilitas yang menginspirasi. Penentuan nominasi dilakukan melalui tiga tahap: seleksi administrasi, kunjungan lapangan, dan dokumentasi kegiatan.
Ketua Pelaksana acara, Dewi, berharap Kartini Award bisa menjadi “lokomotif penggerak pemberdayaan perempuan” dan berkembang menjadi agenda nasional.
“Kita mulai dari Jepara, tanah kelahiran Kartini, namun cita-citanya tak berhenti di sini,” ujarnya.
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Kartini Award.
“Ini adalah bentuk nyata pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam membangun bangsa. Terlebih kepada Ibu Nining Fitriani—politik memang bukan panggung yang mudah bagi perempuan, tapi beliau membuktikan bahwa keberanian, kompetensi, dan dedikasi bisa menciptakan dampak nyata,” ujarnya.
Lebih dari sekadar seremoni, Kartini Award hadir sebagai simbol gerakan baru—sebuah panggilan untuk mengakui, menghargai, dan mendukung para perempuan yang selama ini bekerja dalam senyap, namun meninggalkan jejak kuat dalam masyarakat.Red.