Sabtu, 26 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
Maskuri Jepara pada Daerah
16 Apr 2025 11:27 - 2 menit reading

Bupati Jepara Mas Wiwit ‘Turun Gunung Tuntaskan Masalah Warga Lewat Program Ngantor di Desa

Views: 63

Liputandesa.id — Jepara [ Program “Bupati Ngantor di Desa” resmi diluncurkan di Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, Selasa (15/4), dan langsung disambut antusias oleh masyarakat. Tak hanya sekadar bertatap muka, Bupati Jepara Witiarso Utomo alias Mas Wiwit, bersama Wakil Bupati Gus Hajar, turun langsung menyerap aspirasi dan keluhan warga dari delapan desa di wilayah tersebut.16/04/2025.

Bersama Plh Sekda Ary Bachtiar serta jajaran kepala dinas, Mas Wiwit meninjau bazar UMKM yang diikuti pelaku usaha dari Desa Sumberejo, Bandungharjo, Banyumanis, Blingoh, Clering, Jugo, Tulakan, hingga Ujungwatu. Tak hanya mencicipi, bupati juga membeli berbagai produk lokal, seperti keripik kelor dari Sumberejo dan keripik Menggleng khas Jugo, yang kemudian dibagikan ke warga, termasuk seorang lansia bernama Mbah Suminah.

“Maturnuwun Pak Bupati,” ucap Mbah Suminah haru ketika menerima bantuan langsung dari tangan Mas Wiwit.

Usai kunjungan bazar, agenda dilanjutkan dengan sambung aspirasi di Balai Desa. Beragam keluhan warga mengemuka — mulai dari persoalan pupuk, kekurangan air bersih, abrasi pantai, infrastruktur, hingga bantuan sosial dan promosi produk UMKM. Semua aduan direspons langsung oleh kepala dinas terkait yang hadir, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan dari hulunya.

Saifur Rohman dari Bandungharjo mengeluhkan masih adanya alat tangkap ikan tak ramah lingkungan dan abrasi di Pantai Cemara Kasih. Sementara Fatkiyati dari kalangan pelaku UMKM menyoroti belum maksimalnya dukungan promosi produk lokal dan berharap ada rumah UMKM di Donorojo agar pelaku usaha tak tergoda pinjaman rentenir.

Kepala dinas secara bergantian menjawab: DKPP soal pertanian, Dinsospermades soal bansos, DKK mengenai layanan kesehatan, Dinas Perikanan untuk alat tangkap, Disparbud dan DLH soal abrasi dan wisata, serta DPUPR menanggapi infrastruktur dan sumber air bersih.

“Untuk pelebaran jalan akan dilakukan bertahap, dan soal air bersih, kita akan survei titik-titik potensial. Tanah di sini berbatu, jadi perlu usaha ekstra,” terang Ary Bachtiar.

Mas Wiwit menegaskan, program ini bukan sekadar seremoni. Akan ada tindak lanjut nyata dari setiap keluhan yang diterima. “Kami ingin membangun Jepara dari desa. Jadi mari semua berpartisipasi aktif agar pembangunan berjalan optimal,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mas Wiwit juga menargetkan penyerapan 20 ribu angkatan kerja per tahun di Jepara, sebagai bagian dari strategi menekan angka pengangguran. Sementara itu, program “Tak Diskon Maka Tak Sayang” juga terus digencarkan untuk meringankan beban masyarakat, terutama pelaku industri furnitur Jepara yang kini terancam kehilangan pasar.

Program Bupati Ngantor di Desa menjadi oase baru bagi warga desa. Sebuah pendekatan pelayanan publik yang bukan hanya mengedepankan solusi, tapi juga menghadirkan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *