Rabu, 04 Nov 2026
Home
Search
Menu
Share
More
3 Nov 2026 08:23 - 3 menit reading

H. Drs. Junarso Tak Sekadar Dukung Peternakan Dorper Cross, Integrated Farming Sudah Dikembangkan

Views: 31

Liputandesa.id | JEPARA – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Drs. Junarso, tidak sekadar memberikan dukungan terhadap program pengembangan peternakan domba Dorper Cross Garut yang digagas Ahmad Gunawan. Ia ternyata telah lebih dahulu merintis konsep Integrated Farming atau pertanian terpadu dalam skala kecil secara mandiri.(3/11/2026).

Hal tersebut terungkap dalam diskusi antara H. Drs. Junarso dan Ahmad Gunawan pada Minggu (1/11/2026), di kawasan Perhutani, Jalan Ahmad Yani, Pengkol, Jepara. Dalam pertemuan tersebut, Junarso menjadi salah satu narasumber yang memaparkan pengalaman serta pengembangan usaha produktif berbasis pertanian dan peternakan terpadu.

Junarso mengungkapkan bahwa sejumlah sektor usaha telah dikembangkan secara mandiri, mulai dari peternakan ayam petelur, ayam pedaging, budidaya ikan lele, tanaman sayuran, hingga perkebunan buah tahunan seperti alpukat, mangga, dan durian.

Menurut Junarso, konsep Integrated Farming yang dikembangkannya diarahkan untuk membangun keterkaitan produktif antarsektor usaha sehingga masing-masing kegiatan dapat saling mendukung.

“Limbah organik dari peternakan dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sementara sisa hasil pertanian juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak setelah melalui proses pengolahan yang tepat,” ungkapnya dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, melalui pola pertanian terpadu, satu kawasan usaha diharapkan mampu menghasilkan beberapa sumber pendapatan sekaligus. Selain meningkatkan nilai ekonomi lahan, pola tersebut juga berpotensi menekan biaya produksi dan mengurangi limbah.

Pengalaman yang telah dikembangkan Junarso tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam kaitannya dengan rencana pengembangan peternakan domba Dorper Cross Garut yang digagas Ahmad Gunawan.

Ke depan, peternakan domba tersebut direncanakan tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem usaha terpadu yang menghubungkan sektor hulu, budidaya, hingga hilir.

Dalam diskusi yang sama, Ahmad Gunawan memaparkan bahwa pengembangan peternakan domba Dorper Cross Garut dirancang melalui tiga tahapan utama, yakni sektor hulu, budidaya, dan hilir.

Pada sektor hulu, program mencakup penyediaan bibit domba Dorper Cross Garut, pembangunan kandang sesuai kebutuhan ternak, serta penyediaan pakan fermentasi berbahan baku limbah pertanian yang telah diolah.

Pada sektor budidaya, calon peternak direncanakan mendapatkan pendampingan teknis dari Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI). Sistem pemeliharaan juga diarahkan untuk terintegrasi dengan usaha ayam petelur, ayam pedaging, budidaya lele, tanaman sayuran, dan perkebunan buah.

Sementara pada sektor hilir, pengembangan diarahkan pada pengolahan hasil ternak, pemasaran daging, serta pemanfaatan kotoran domba sebagai bahan pupuk organik untuk mendukung produktivitas perkebunan.

“Jadi, peternak tidak hanya mendapatkan penghasilan dari domba, tetapi juga dari telur, lele, sayur, dan buah. Satu lahan bisa menghasilkan banyak sumber pendapatan. Ini yang kita sebut ekonomi kerakyatan berkelanjutan,” ujar Ahmad Gunawan.

Diusulkan Masuk Program APBD Jepara 2027
Program pengembangan peternakan domba Dorper Cross Garut yang terintegrasi dengan konsep Integrated Farming tersebut direncanakan untuk diusulkan dalam program APBD Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2027.

Dukungan dan pandangan Junarso dalam diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembahasan gagasan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis peternakan dan pertanian terpadu.

Sebagai tahapan awal, program direncanakan diawali dengan seminar dan seleksi calon peternak. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaring peserta yang memiliki pengalaman, komitmen, serta kesiapan dalam menjalankan usaha peternakan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar pengembangan peternakan tidak hanya berorientasi pada pengadaan bibit dan pembagian ternak. Namun, harus disertai sistem pendampingan teknis, keberlanjutan produksi, pengolahan hasil, serta akses dan kepastian pemasaran.
Di sisi lain, rencana pengusulan melalui APBD 2027 masih memerlukan proses perencanaan, penganggaran, pembahasan, dan persetujuan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan mengintegrasikan pengalaman usaha yang telah dikembangkan Junarso dan gagasan peternakan Dorper Cross Garut dari Ahmad Gunawan, konsep Integrated Farming diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan pengembangan ekonomi produktif masyarakat Jepara. (Red-LD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *