Sabtu, 26 Sep 2026
Home
Search
Menu
Share
More
26 Sep 2026 17:35 - 2 menit reading

Kawasan Pokdarwis Petekeyan Jepara Lama Tak Beroperasi, Kwatir Disalah Gunakan

Views: 33

Liputandesa.id / Jepara – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) “Lembah Manah di Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dikabarkan tidak ada kegiatan / aktivis selama beberapa bulan terakhir, atau hampir setahun vakum tak ada kunjungan. Sehingga ada kekhawatiran warga jika tempat area sekertariat milik pokdarwis disalah gunakan untuk hal-hal negatif.
Pada hal desa Petekeyan sangat populer dengan julukan “Kampoeng Sembada Ukir” dokumentasi yang tersedia umumnya mencakup berbagai kegiatan wisata edukasi.

Namun, hal itu sempat menjadi sorotan masyarakat setempat / seorang warga yang berada di area lokasi terdekat wisata.

Ia menyampaikan di Petekeyan ada 3 bangunan berjajar di kawasan persawahan Pulutan..

  1. Sekretariat Pokdarwis Lembah Manah.
  2. Lumbung Pangan, dan
  3. Tempat Atraksi Ukir.

“Sedangkan sumber dana sumber dari pembangunan tersebut dari APBDes, dan Dana Desa (DD) tapi sayangnya setelah di buat tak ad aktifitas sesuai keperuntukanya,” tutur warga yang enggan disebut namanya. Pada, Sabtu (26/9/2026) siang.

Lanjutnya, sekretariat pokdarwis sudah lama tak beroperasi di area persawahan pulutan, awal munculnya pokdarwis di Jepara pernah di fungsikan tapi sudah lama g di pakai ini.

“Kemudian untuk lumbung pangan kisaran anggaran 2023, dan atraksi wisata ukir mulai 2025 tidak beroperasi lagi, serta sumber anggaranya tidak pernah di bahas di Musdes. Jadi yang di keluhankan warga ya cuman simpang siur, dan menyayangkan adanya bangunan yang tak di manfaatkan. Akhirnya alih fungsi di salah gunakan buat anak-anak muda dari luar desa yang negatif,” terang warga setempat.

Dari keterangan Pengelola Pokdarwis Desa Petekeyan, Abdul Rohman menuturkan kabar tersebut tidaklah benar, karena pengunjung wisata edukasi di Desa kami tetap ramai sampai saat ini.

“Namun, hanya lokasinya yang berbeda, artinya untuk lokasi wisata edukasi saat ini di area Tugu Merak atau tepatnya di wilayah RT 9 dan 10 , RW 3. Untuk yang di area sawah masih dalam tahap perbaikan,” ujar Abdul Rohman.

Ia juga menjelaskan sedangkan untuk sumber anggaranya itu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Pariwisata, sedangkan terakhir ada kunjungan dari Surabaya rombongan pelajar, pada tanggal 21 September 2026.

“Kemudian untuk Pemasaran melalui jejaring sosial media dan penawaran langsung ke sekolah-sekolah, lalu untuk jenis edukasi yang kami tawarkan berupa Edukasi Mebel & Ukir
Edukasi Kerajinan Kayu,” ungkapnya.

Sementara hingga berita ini diunggah Kepala Desa (Petinggi) Petekeyan, Rohman, S.Si., M.Pd, belum memberikan penjelasan.
(Yusron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *