
Liputandesa.id [ Detik Bhayangkara News.Com,Kudus – Seorang pendaki gunung Naas meninggal dunia mendadak di Jalur Pendakian Gunung Muria (Puncak 29) Pos Petilasan Eyang Pandu Turut Dukuh Semliro Desa Rahtawu Kecamatan Gebog,Kabupaten Kudus,Selasa ( 8/9/2026)pukul 22.00 WIB.
Korban bernama Achmad Alif Lutfian Fahmi ( 32 tahun) yang beralamat di Desa Sridadi RT.02 RW.06,Kecamatan Rembang,Kabupaten Rembang Jawa Tengah.
Adapun saksi yang mengetahui kejadian itu yakni :
1. Agustin Eka Kristiana ( 21 tahun) yang beralamat di Desa Puncel RT.02.RW.06 Kecamatan Dukuh Seti,Kabupaten Pati.
2. Zaenal Abidin ( 33 tahun ) yang beralamat : di Desa Gandirojo Kecamatan Sedan,Kabupaten Rembang.
Adapun kronologi kejadiannya: pada hari Senin,7 September 2026 sekira pukul 17.15 WIB,korban bersama rombongan melakukan registrasi sebelum berangkat pendakian Pegunungan Muria yakni Puncak Songo Likur ( puncak 29).
Lanjutnya korban melakukan pendakian bersama rombongan melalui pendakian yang sudah ada.Pada pukul 20.00 WIB,korban dan rombongan berhenti sejenak melewati Pos 4 berkeinginan untuk hajat buang air besar dan mengeluhkan sakit kepala kepada saksi 1,bahwa yang dirasakan nyeri dada dan sesak nafas.Melalui kondisi tersebut korban masih memaksa untuk melanjutkan pendakian bersama rombongan.
Sekitar pukul 21.45 WIB.,korban bersama rombongan kembali melanjutkan perjalanan,dan melewati Pos 5 ( Petilasan Eyang Pandu )menuju Pos 6.
Tidak jauh dari lokasi,selang beberapa menit kemudian,korban yang pada saat itu berada di dekat rombongan,tiba – tiba jatuh pingsan tergeletak dan tidak sadarkan diri.
Melihat kejadian tersebut,saksi 1 panik dan memanggil saksi 2 untuk bergegas segera memberi nafas buatan kepada korban.Namun,tepat pukul 22.00 WIB.pada akhirnya korban sudah tidak tertolong dan tidak ada denyut nadinya maupun tanda – tanda kehidupan,sehingga dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pada hari Senin, tanggal 07 September 2026, sekitar Pukul 17.15 WIB Korban bersama rombongan melakukan registrasi sebelum berangkat Pendakian Pegunungan Muria (Puncak 29). Selanjutnya Korban mendaki bersama rombongan melalui jalur pendakian yang sudah ada. Pada Pukul 20.00 WIB Korban dan rombongan berhenti sejenak melewati Pos 4 berkeinginan untuk melakukan buang air besar dan mengeluhkan sakit kepada Saksi 1 bahwa yang dirasakan nyeri dada/sesak nafas. Melihat kondisi tersebut Korban masih maksa tetap melanjutkan pendakian bersama rombongan.
Sekitar Pukul 21.45 WIB Korban bersama rombongan melewati Pos 5 (Petilasan Eyang Pandu) menuju Pos 6.
Tidak jauh dari lokasi, selang beberapa menit kemudian, Korban yang pada saat itu berada didekat dengan rombongan, tiba-tiba pingsan tergeletak dan tidak sadarkan diri.
Melihat kejadian tersebut Saksi 1 panik memanggil Saksi 2 dan bergegas untuk memberikan nafas buatan, kepada Korban. Tepat Pukul 22.00 WIB pada akhirnya Korban sudah tidak tertolong dan tidak ada denyut nadi maupun tanda-tanda kehidupan, sehingga dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mengetahui hal tersebut Saksi 1 dan Saksi 2 turun pendakian, segera memanggil Tim Sar/Relawan yang nantinya untuk membantu korban evakuasi. Selanjutnya Korban dilakukan evakuasi ke bawah dan dilarikan ke RSUD Loekmonohadi.
Setelah tiba dilokasi langsung dilakukan pemeriksaan luar oleh Unit Inafis Polres Kudus bersama dr. Besar Wahyu (Kepala Puskesmas Gondosari) Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Sumber : Adhi S
Editor : Tim Red -LD