
Liputandesa.id [ JEPARA — Menutup Agustus 2026 dan memasuki September, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Jepara kembali mencatat momentum penting dalam perjalanan organisasi partai. Musyawarah Cabang (Muscab) IV DPC Partai Demokrat Kabupaten Jepara menetapkan kembali H.M. Latifun, S.Sn., S.T., M.T. sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Jepara.(31/8/2026).
Terpilihnya kembali Latifun berlangsung dalam forum Muscab yang diikuti jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Kabupaten Jepara. Kepercayaan tersebut diberikan melalui proses organisasi yang melibatkan struktur partai di tingkat kabupaten hingga pusat.
Proses Organisasi dan Pertanggungjawaban Muscab IV tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua DPC, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap perjalanan organisasi melalui Proses persidangan Muscab dipimpin oleh unsur Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang terdiri atas tiga perwakilan DPC, satu perwakilan DPD, dan satu perwakilan DPP.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses Muscab berjalan sesuai mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.
Salah satu tahapan yang turut dilakukan adalah penyerahan pataka partai, yang secara simbolis menandai keberlanjutan kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi Partai Demokrat di Kabupaten Jepara.
H.M. Latifun kembali dipercaya memimpin DPC Partai Demokrat Jepara setelah memperoleh dukungan suara dari PAC se-Kabupaten Jepara.
Keputusan tersebut sekaligus menempatkan Latifun pada periode kepemimpinan berikutnya dengan mandat dari struktur partai di tingkat kecamatan.
Namun, terpilihnya kembali seorang ketua DPC bukan sekadar persoalan pergantian atau keberlanjutan kepemimpinan. Mandat tersebut membawa konsekuensi politik dan organisatoris: bagaimana kepemimpinan baru mampu menerjemahkan kepercayaan struktur partai menjadi kerja nyata yang dirasakan masyarakat Jepara.
Karena itu, setelah Muscab IV berakhir, perhatian publik tidak hanya tertuju pada siapa yang terpilih, tetapi juga pada arah dan program apa yang akan dibawa Demokrat Jepara ke depan.
Momentum Muscab semestinya menjadi titik awal konsolidasi, bukan sekadar seremoni organisasi. Kepercayaan PAC kepada Latifun menjadi modal politik sekaligus tanggung jawab untuk memperkuat soliditas internal partai.
Di sisi lain, Demokrat Jepara juga dituntut mampu membangun komunikasi dan kerja politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah: apa agenda utama Demokrat Jepara setelah Muscab IV? Apakah konsolidasi internal akan menjadi prioritas, atau akan diarahkan pada penguatan peran partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Jepara.
Jawaban atas pertanyaan tersebut akan terlihat dari langkah-langkah organisasi setelah kepengurusan baru terbentuk.
Terpilihnya kembali H.M. Latifun diharapkan tidak berhenti pada keberhasilan memenangkan forum Muscab. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa DPC Partai Demokrat Jepara semakin solid, terbuka terhadap aspirasi masyarakat, serta memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dengan berakhirnya Muscab IV, pekerjaan berikutnya justru dimulai: membuktikan bahwa mandat organisasi dapat diterjemahkan menjadi kerja politik yang konkret dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Jepara.
Kini publik menunggu arah kepemimpinan Latifun bersama jajaran Demokrat Jepara pada periode mendatang.
Selamat atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada H.M. Latifun. Pertanyaan besarnya: apa harapan terbesar masyarakat terhadap Demokrat Jepara untuk masa depan Kabupaten Jepara. (Red-LD)