
Liputandesa.id I Jepara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Jepara menyerahkan bantuan hibah berupa Kendaraan Pengangkut Sampah kepada beberapa desa. Bantuan yang diberikan sejumlah 8 unit, berupa 3 unit kendaraan berjenis mobil, dan 5 unit berjenis kendaraan roda 3.
Penyerahan dilakukan di halaman kantor DLH, oleh Rini Patmini,. AP, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dalam acara tersebut turut hadir 3 Kepala Desa, dari desa Ngetuk, Bandungharjo, dan desa Kunir. Pada Senin, 31 Agustus 2026.
Pada media, Kepada Desa Ngetuk, Farullidayano mengatakan kalau desanya memang mendapatkan bantuan kendaraan pengangkut sampah dari dinas lingkungan hidup.
“Ia juga menjelaskan, bahwa kendaraan pengangkut sampah itu berjenis Suzuki Mega Carry. Kemudian yang dapat mobil 3 itu ada desa, sedangkan yang lain berupa roda 3,” ucapnya. Selasa (1/9/2026) pagi.
Farullidayano juga menyampaikan ucapan terima kasih Kepada Pemerintah Daerah, terutama dinas terkait yang mana sudah memberikan bantuan hibah berupa kendaraan pengangkut sampah untuk desa Ngetuk.
“Semoga bantuan bermanfaat dan bisa kita gunakan sebagaimana mestinya, terutama untuk mendukung program pemerintah tentang Jepara Bersih dari sampah. Dan untuk menjalankan program sampah mandiri, sehingga kedepannya diharapkan sangat membantu,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rini Patmini hanya menyampaikan tanggapan singkat tentang kabar tersebut.
“Ia hanya menjelaskan kalau bantuan itu memang benar adanya, dan totalnya ada 8 unit kendaraan pengangkut sampah yang kami berikan kepada beberapa desa. Yaitu kendaraan terbuka roda 4 berjenis Suzuki Mega Carry, yang diserahkan kepada Desa Bandungharjo, Desa Ngetuk, dan Desa Kunir. Sedangkan untuk roda 3, berjenis Tossa yang diberikan kepada Desa Banjaran, Kelurahan Bapangan, Desa Kancilan, Desa Bondo, dan Desa Batukali,” terangnya Rini Patmini.
Lebih jauh, Rini juga menyampaikan kalau bantuan kendaraan tersebut diberikan dalam rangka mendukung pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa. Sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik sebagaimana mestinya dan bisa mendukung pengelolaan sampah di masing-masing desa.
“Perlu difahami oleh semua pihak, bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dan sampah diharapkan bisa dikelola mulai dari rumah / sumber awalnya,” pungkasnya.
(Yusron)