
Liputandesa.id — Jepara [ Ratusan massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolres Jepara, lalu merengsek ke gedung DPRD Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Aksi itu merupakan bentuk solidaritas atas tewasnya pengemudi ojek online (Ojol) Affan Kurniawan, yang terlindas mobil rantis saat demonstrasi di DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam.
Massa datang dari arah barat di Jalan Pemuda Jepara dan langsung menyasar pos penjagaan polisi di depan kantor DPRD Jepara. Situasi tidak terkendali ketika massa mulai melempari gedung dengan batu. Petugas keamanan yang berjaga tidak mampu menghalau pergerakan massa.
Pintu gerbang utama berhasil dijebol. Massa kemudian masuk ke halaman hingga ke dalam gedung DPRD, menjarah sejumlah barang kantor seperti kursi dan televisi. Tak hanya itu, massa juga membakar sebagian gedung wakil rakyat tersebut.

Di sela aksi, massa juga menggelar sholat ghaib di Masjid Polres Jepara untuk mendoakan almarhum Affan Kurniawan. Salah seorang demonstran mengatakan, aksi ini adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap DPR.
“Sebagai wujud solidaritas atas tewasnya pengemudi Ojol Affan Kurniawan, serta kekecewaan rakyat dengan DPR,” ujar seorang demonstran yang enggan disebutkan namanya.
Dalam situasi chaos itu, tidak terlihat aparat kepolisian di lokasi. Hanya puluhan anggota TNI yang berjaga, namun massa tetap merusak gedung DPRD. Api yang sempat berkobar akhirnya dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Menurut seorang warga setempat, Ikhsan, sebelum massa tiba, sudah ada petugas yang berjaga. “Hingga menjelang tengah malam, situasi jalan depan kantor DPRD masih kondusif. Namun tiba-tiba massa datang merusak,” ungkapnya.
Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Tidak ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.