Senin, 29 Jun 2026
Home
Search
Menu
Share
More
8 Sep 2025 15:24 - 2 menit reading

Usai Gejolak Demonstrasi, Ketua DPRD Jepara Gelar Doa Bersama Forkopimda Untuk Kedamaian Daerah

Views: 168

Foto Ketua DPRD Jepara bersama Forkopimda, di Musolla komplek DPRD Jepara. Senin, 08/09/2025.

Liputandesa.id — Jepara, [ Setelah gejolak aksi demonstrasi yang mengguncang Jepara (30/8/25), DPRD Kabupaten Jepara memilih jalan teduh: doa. Senin siang, halaman Mushola Khodimul Ummati, di kompleks Sekretariat DPRD Jepara, menjadi saksi ketika pimpinan, anggota dewan, staf, dan seluruh jajaran Forkopimda duduk bersila. Mereka melantunkan istighosah, doa bersama, dan pembacaan maulid al-Barzanji.
Tidak ada mimbar politik. Tidak ada mikrofon penuh retorika. Hanya lantunan doa yang menyatukan. Senin, 08/09/2015.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Ibnu Hajar, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, para wakil ketua H. Junarso dan H. Pratikno, seluruh anggota dewan, Forkopimda, serta Kepala Kemenag. Kebersamaan itu menjadi simbol bahwa ikhtiar damai bukan sekadar jargon, tapi niat yang diikrarkan bersama.

Dalam sambutannya, Agus Sutisna menegaskan: ā€œMusibah ini jangan sampai menghambat pembangunan Jepara mulus.ā€ Pesan singkat, tapi tegas. Mengajak semua pihak agar tidak terjebak pada konflik, melainkan menatap ke depan dengan kerja nyata.

Foto Ketua DPRD Jepara bersama Forkopimda. Senin, 08/09/2025

Sementara itu, Wakil Bupati Ibnu Hajar menyebut peristiwa yang lalu sebagai pembelajaran. ā€œIni adalah hikmah agar kita senantiasa bekerja setulus hati untuk mewujudkan Jepara mulus,ā€ ucapnya, lirih namun penuh makna.

Di balik doa itu, ada pesan kuat: Jepara butuh ketenangan, bukan kegaduhan. Butuh kerja nyata, bukan saling menyalahkan.

Siang itu, halaman mushola bukan hanya tempat ibadah. Ia menjadi ruang harapan bahwa Jepara bisa pulih, Jepara bisa damai. (Maskur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *